Rebutan Tumpeng Raksasa di Pantai Gemah Pecah, Warga Lakukan Ini demi Berkah 1 Suro

Selasa, 16 Jun 2026, 20:42 WIB

TULUNGAGUNG - Masyarakat pesisir bersama Kelompok Sadar Wisata Pantai Gemah Desa Keboireng menggelar ritual Grebeg Suro Sedekah Bumi dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (16/6).

Kegiatan budaya yang rutin digelar setiap 1 Sura atau 1 Muharam itu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Gemah Desa Keboireng, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Ket. Foto: Warga berpakaian adat Jawa mengarak tumpeng raksasa berisi aneka hasil bumi dalam tradisi Grebeg Suro memperingati Tahun Baru Islam di pesisir Pantai Gemah, Tulungagung, Selasa (16/6). — Sumber: ANTARA/Destyan Sujarwoko

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama diikuti warga dan wisatawan, dilanjutkan arak-arakan tumpeng ukuran raksasa itu mengelilingi kawasan pantai sebelum kembali ke panggung utama.

Setelah diarak mengelilingi kawasan wisata pesisir jalur lintas selatan (JLS), tumpeng kemudian dipurak atau diperebutkan warga dan wisatawan yang telah menunggu sejak awal kegiatan.

"Grebeg Suro ini digelar untuk menyambut 1 Muharam atau Tahun Baru Islam," kata Kepala Desa Keboireng Supirin setelah kegiatan itu.

Dia menjelaskan tradisi tersebut dilaksanakan masyarakat pesisir Desa Keboireng selama beberapa tahun terakhir, terutama sejak Pantai Gemah berkembang sebagai destinasi wisata, setelah JLS di kawasan itu tersambung dan beroperasi untuk umum.

"Tujuannya selain sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga untuk mendukung kemajuan wisata Pantai Gemah ke depan," katanya.

Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan itu diharapkan menjadi atraksi wisata yang meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan Pantai Gemah yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.

Ia menyebut jumlah kunjungan wisatawan saat ini menurun hingga sekitar 75 persen dibandingkan dengan masa awal beroperasi JLS, sedangkan saat Pantai Gemah mulai dikenal luas oleh masyarakat.

"Dulu setiap akhir pekan atau hari libur jumlah pengunjung bisa mencapai 5.000 hingga 10.000 orang. Sekarang jumlahnya jauh lebih sedikit," ujarnya.

Ia mengakui pengembangan Pantai Gemah masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya berakhirnya perjanjian kerja sama pengelolaan yang selama ini menjadi dasar operasional kawasan wisata tersebut.

Menurut dia, kepastian regulasi dan pengelolaan diperlukan untuk mendukung pengembangan destinasi wisata unggulan di pesisir selatan Tulungagung itu.

Oleh karena itu, ia berharap, pemerintah daerah membantu percepatan penyelesaian kerja sama pengelolaan sekaligus mendukung penambahan wahana wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah agar pengelolaan wisata dapat berjalan optimal dan pengembangan kawasan bisa terus dilakukan," katanya.

Pelaksanaan Grebeg Suro Sedekah Bumi diharapkan menjadi salah satu upaya masyarakat menjaga tradisi sekaligus memperkuat daya tarik wisata Pantai Gemah yang selama ini menjadi salah satu penggerak perekonomian warga setempat.

  • tulungagung
  • grebeg suro
  • pantai gemah
  • sedekah bumi
  • 1 muharram 1448 h

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.