Lestari Moerdijat: Pelestarian Lengger Banyumas Perkuat Karakter Generasi Penerus
Selasa, 16 Jun 2026, 13:40 WIBJAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan pelestarian lengger Banyumas tidak saja upaya menjaga warisan budaya, tetapi juga bagian strategis dalam memperkuat karakter dan kesadaran kebangsaan generasi penerus.
âKetika kita bicara lengger Banyumasan, sesungguhnya kita sedang bicara bagaimana kita menjaga warisan, dan lebih dari itu adalah upaya merawat kesadaran kebangsaan,â kata Lestari dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa (16/6).
Menurut dia, budaya merupakan infrastruktur moral demokrasi. Ia menyebut demokrasi tidak akan berdiri kokoh tanpa akar budaya yang kuat.
Dia pun mengingatkan bahwa saat ini demokrasi kerap dipersempit menjadi sekadar kontestasi politik, pemilihan umum, atau urusan kekuasaan semata.
âPadahal, demokrasi sangat memerlukan fondasi yang lebih dalam. Demokrasi membutuhkan warga yang menghormati sesama, menghargai perbedaan, memiliki rasa terhadap budaya dan bangsanya. Ini semua adalah inti kebudayaan,â ucapnya.
Di samping itu, dia menjelaskan bahwa pemajuan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia juga menjadi mandat konstitusi, yakni Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Budaya, ia menekankan, bukan sekadar pelengkap pembangunan, melainkan jiwa, napas, dan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional.
Adapun Lestari menghadiri penyerapan aspirasi masyarakat bertajuk Lengger Banyumas: Menjaga Warisan, Merawat Kesadaran Bangsa di Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (15/6).
Ia mengapresiasi para seniman dan budayawan Banyumas yang konsisten mengangkat dan melestarikan lengger, termasuk menumbuhkan kembali filosofi di balik seni pertunjukan tersebut.
Lestari mendorong lengger bisa diajukan menjadi warisan budaya dunia, setelah pada 2019 ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda nasional.
âPengakuan negara itu penting karena ini bukan sekadar catatan administratif, tetapi bentuk bahwa lengger betul-betul menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa ini,â katanya.
Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini bukanlah hilangnya seni, melainkan hilangnya ingatan dan keterhubungan antara generasi muda dan budayanya sendiri. Dengan kehilangan hubungan itu, bangsa akan kehilangan memorinya.
Oleh karenanya, dia mengajak agar pelestarian budaya dijadikan gerakan bersama yang tidak hanya dibebankan kepada komunitas budaya dan seniman saja, tetapi juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.
âBangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki akar kuat dan mampu membawa warisan budayanya tetap hidup di tengah perubahan zaman,â demikian Lestari.
- Generasi Penerus
- Lestari Moerdijat
- Pelestarian Lengger Banyumas
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Pemkab Bandung Pastikan Tidak Ada PHK PPPK Imbas Pembatasan Belanja Pegawai
-
Strategi Rahasia TNI Jaga Kedamaian di Jantung Tolikara, Tokoh Pemuda Sampai Takjub
-
Popi Ayer: Tanpa Perlindungan, Nelayan Kecil Papua Terancam Kapal Besar
-
TNI Perkuat Kemanunggalan dengan Rakyat Melalui Pembangunan Jembatan Garuda dan Program Gentengisasi
-
Harga Cabai Rawit Merah Rp119.400/Kg, Daging Ayam Rp52.150/Kg
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.