Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

Senin, 15 Jun 2026, 01:12 WIB

MAGETAN, JAWA TIMUR - BPBD Kabupaten Magetan mencatat ratusan pendaki terlihat mulai mendatangi Gunung Lawu di perbatasan Magetan, Jawa Timur dengan Karanganyar, Jateng untuk melakukan pendakian dan ziarah menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau 1 Suro.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo dalam keterangannya di Magetan, Minggu (14/6) mengatakan berdasarkan pantauan petugas gabungan dari Pos Pengamanan Gunung Lawu via Cemorosewu di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Magetan ada sekitar 390 pendaki tercatat melakukan aktivitas pendakian.

Ket. Foto: Sejumlah wisatawan bersiap mendaki Gunung Lawu lewat jalur Cemorosewu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. — Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Kab Magetan/aa.

"Sekitar 390 pendaki tercatat melakukan aktivitas di jalur Cemorosewu, dengan rincian 150 orang berkemah di puncak dan 240 orang memilih jalur tektok (langsung turun)," ujarnya.

Menurutnya bertepatan dengan 1 Suro, pihaknya telah melakukan persiapan dengan petugas gabungan untuk melakukan pengamanan mengingat biasanya jumlah pendaki mengalami peningkatan saat momentum tersebut.

Petugas gabungan tersebut terdiri dari unsur BPBD Magetan, Kodim Magetan, Polres Magetan, Perhutani KPH Lawu dan sekitarnya, serta relawan dari Paguyuab Giri Lawu (PGL).

Untuk menjaga keamanan selama periode ramai pendakian, pihaknya meningkatkan koordinasi dengan petugas gabungan. Ia mengatakan jumlah pendaki akan semakin bertambah pada malam 1 Suro atau bertepatan dengan hari Senin (15/6).

Selain menyiapkan pengamanan, petugas gabungan BPBD juga mengingatkan pendaki untuk memperhatikan kondisi cuaca yang saat ini memasuki musim kemarau. Di mana pada saat diperkirakan suhu akan dingin bahan ekstrem sehingga pendaki diminta membawa perlengkapan yang memadai guna menjaga keselamatan.

BPBD juga meminta agar setiap pendaki wajib melakukan registrasi resmi di basecamp sebelum memulai pendakian. Pendaki juga dilarang keras melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan.

Seperti diketahui, Gunung Lawu bagi masyarakat Jawa pada bulan Suro tidak hanya sebagai destinasi pendakian, namun juga sebagai tempat ziarah atau tirakat. Karena itu, setiap bulan Suro, gunung di perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah tersebut selalu ramai dikunjungi pendaki. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.