Infrastruktur Transportasi Jakarta: Rel MRT Fase 2A Mulai Tersambung ke Arah Monas

Minggu, 19 Apr 2026, 14:50 WIB

JAKARTA - Suasana hening menyelimuti proyek MRT Jakarta fase 2A di kawasan Bundaran HI pada dini hari, Minggu (19/4). Di kedalaman 18 meter, puluhan pekerja bersiap menyambungkan rel yang menjadi bagian penting pengembangan transportasi massal ibu kota.

Waktu menunjukkan pukul 01.30 WIB saat proses pengecoran track bed dimulai. Tanpa banyak suara, para pekerja fokus menunggu aliran beton yang diturunkan dari permukaan melalui pipa khusus.

Ket. Foto: Suasana hening menyelimuti proyek MRT Jakarta fase 2A di kawasan Bundaran HI pada dini hari, Minggu (19/4). Di kedalaman 18 meter, puluhan pekerja bersiap menyambungkan rel yang menjadi bagian penting pengembangan transportasi massal ibu kota. — Sumber: MRT Jakarta

Ketegangan terasa ketika beton mulai keluar dan mengisi cetakan rel. Dengan koordinasi cepat, para pekerja memastikan struktur terisi sempurna agar jalur fase 1 dan fase 2A dapat tersambung dengan presisi.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, menjelaskan pengecoran track bed untuk terowongan arah utara Bundaran HI hingga Stasiun Thamrin telah rampung. Tahapan berikutnya akan dilanjutkan pada jalur selatan di lintasan yang sama.

"Pengecoran track bed terowongan northbound Bundaran HI–Thamrin telah selesai dilakukan," ujarnya.

Ia menambahkan, pekerjaan selanjutnya mencakup lintasan Thamrin hingga Monas untuk kedua arah. Seluruh pengecoran track bed ditargetkan rampung pada akhir 2026.

"Kami bertujuan menyelesaikan pengecoran track bed kedua terowongan pada akhir 2026 ini," tuturnya.

Secara keseluruhan, proyek MRT fase 2A ditargetkan menyelesaikan pekerjaan sipil pada akhir 2027. Setelah itu, proyek akan masuk tahap integrasi sistem dan pengujian sebelum beroperasi.

Dari sisi teknis, rel yang digunakan diproduksi oleh Nippon Steel dengan sistem direct fixation menggunakan bantalan beton prategang atau PC Sleeper. Struktur ini dikenal memiliki daya tahan tinggi hingga 50 tahun serta kebutuhan perawatan yang rendah.

Selain itu, proyek juga memanfaatkan bantalan sintetis pada titik tertentu seperti wesel dan persilangan. Material ini berbasis serat kaca dan poliuretan, yang lebih ringan dibandingkan beton serta memiliki ketahanan tinggi terhadap bahan kimia dan perubahan lingkungan.

Untuk penyambungan rel, digunakan metode Continuous Welded Rail (CWR) melalui teknik flash butt weld dan thermit weld. Metode ini menghasilkan sambungan rel yang kuat, stabil, serta lebih tahan terhadap perubahan suhu ekstrem.

Progres ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan MRT Jakarta. Penyambungan rel di bawah tanah menandai semakin dekatnya integrasi jaringan transportasi massal yang diharapkan mampu mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas warga.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.