Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Usai IPO SpaceX

Senin, 15 Jun 2026, 00:55 WIB

Valuasi Saham

JAKARTA – Elon Musk dikabarkan menjadi orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan di atas 1 triliun dollar Amerika Serikat (AS) setelah debut penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) perusahaan antariksa SpaceX di pasar saham.

Ket. Foto: Iklan SpaceX terlihat di papan reklame digital di Nasdaq Market- Site di Times Square untuk merayakan peluncuran penawaran umum perdana (IPO) SpaceX di New York pada 12 Juni 2026. — Sumber: AFP/ANGELA WEISS

Menurut laporan Tech- Crunch dan sejumlah media AS pada akhir pekan, SpaceX menetapkan harga IPO sebesar 135 dollar AS per saham dan berhasil menghimpun dana sekitar 75 miliar dollar AS melalui penjualan sekitar 555,56 juta saham.

Valuasi perusahaan itu diperkirakan mencapai sekitar 1,77 triliun dollar AS, menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai di bursa AS.

Saham SpaceX mulai diperdagangkan di Nasdaq pada Jumat (12/6), dan pada hari pertama perdagangan, harga saham disebut mengalami penguatan.

Kenaikan tersebut turut meningkatkan nilai kepemilikan Elon Musk secara signifikan.

Musk, yang merupakan pendiri sekaligus CEO SpaceX, diketahui memiliki sekitar 1 miliar saham perusahaan tersebut.

Berdasarkan harga IPO, nilai kepemilikan sahamnya diperkirakan mencapai sekitar 860 miliar dollar AS.

Jika digabungkan dengan kepemilikannya di Tesla serta kenaikan nilai saham SpaceX pada perdagangan awal, total kekayaannya secara “di atas kertas” dilaporkan melampaui 1 triliun dollar AS.

SpaceX sendiri merupakan perusahaan yang didirikan Musk pada 2002 dan bergerak di bidang layanan peluncuran antariksa, satelit internet, serta pengembangan teknologi luar angkasa dan kecerdasan buatan (AI).

IPO perusahaan ini disebut menarik perhatian besar pasar karena skala valuasinya yang tinggi sekaligus memunculkan diskusi mengenai prospek keuntungan jangka panjangnya.

Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa struktur IPO SpaceX tidak sepenuhnya mengikuti konvensi Wall Street.

Perusahaan menetapkan harga lebih awal dan menyediakan porsi saham yang cukup besar bagi investor ritel.

Meski telah melantai di bursa, Musk tetap diperkirakan mempertahankan kendali kuat atas perusahaan, termasuk lebih dari 80 persen hak suara dan kewenangan dalam pemilihan dewan direksi.

Peningkatan Valuasi

Selain SpaceX, kekayaan Musk juga ditopang oleh Tesla.

Tahun lalu, para pemegang saham Tesla menyetujui paket kompensasi bagi Musk yang nilainya berpotensi mencapai 1 triliun dollar AS apabila perusahaan berhasil memenuhi sejumlah target kinerja dan peningkatan valuasi.

Namun demikian, sebagian saham SpaceX yang dimiliki Musk tidak dapat dijual bebas kecuali perusahaan mencapai target besar tertentu, termasuk pengembangan kolonisasi manusia di Mars.

Meski begitu, saham tersebut dapat digunakan sebagai jaminan pinjaman, yang memungkinkan Musk memperoleh likuiditas dalam jumlah besar tanpa harus menjual asetnya secara langsung.

Dalam beberapa tahun terakhir, Musk juga menjadi sorotan publik karena aktivitas politiknya.

Ia tercatat mendanai kampanye Presiden Donald Trump dengan nilai sekitar 300 juta dollar AS pada 2024, serta sempat terlibat dalam pemerintahan melalui inisiatif efisiensi anggaran yang menuai beragam penilaian.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.