Awak Artemis II dalam Perjalanan Pulang

Rabu, 08 Apr 2026, 02:30 WIB

WASHINGTON DC – Empat astronot Artemis NASA telah melewati Bulan dan saat ini sedang menuju pulang usai mereka memecahkan rekor jarak perjalanan luar angkasa dan membawa manusia ke jarak terdekat dengan permukaan Bulan dalam lebih dari 50 tahun.

“Semua pengendali dan arah penerbangan Artemis II telah dibalikkan. Kita menuju Bumi dan siap membawa Anda pulang,” kata astronot badan antariksa Kanada dan anggota kru cadangan untuk Artemis II, Dr Jenni Gibbons, kepada para astronot misi Artemis II.

Ket. Foto: Empat awak Artemis II; Jeremy Hansen, Christina Koch, Reid Wiseman dan Victor Glover, saat berbincang langsung dengan Presiden AS, donald Trump, pada Senin (6/4). Saat ini ke-4 awak Artemis II itu sedang menuju pulang ke Bumi. — Sumber: AFP/NASA

Menurut perhitungan NASA, pada jarak terdekatnya ke Bulan, kapsul Orion buatan Lockheed Martin milik Artemis II berada dalam jarak sekitar 6.545 km dari permukaan Bulan. Dari sudut pandang awak Artemis II, Bulan akan tampak kira-kira sebesar bola basket yang diulurkan di telapak tangan seseorang.

“Pesawat luar angkasa itu sempat mencapai jarak maksimumnya dari Bumi, mencapai jarak 406.771 km,” kata administrator NASA, Jared Isaacman, dalam sebuah unggahan di platform media sosial X. 

Rekor jarak itu adalah momen puncak dari misi Artemis II NASA, yang diluncurkan ke luar angkasa pada 1 April, mengirimkan astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, dalam perjalanan menuju Bulan.

Selama penerbangan lintas, awak Artemis II memasuki kondisi pemadaman komunikasi yang telah diprediksi sebelum mereka melewati sisi jauh Bulan, sehingga menghalangi garis pandang mereka dengan Bumi.

Setelah atraksi terbang lintas berakhir, para kru berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengundang mereka untuk mengunjungi Gedung Putih.

“Hari ini kalian telah membuat sejarah dan membuat seluruh Amerika sangat bangga, sangat bangga,” ucap Presiden Trump kepada mereka.

Para astronot juga memiliki kesempatan unik untuk mengamati gerhana matahari dari Orion. Dari sudut pandang pesawat luar angkasa, Matahari melewati bagian belakang Bulan, sehingga para astronot dapat mengambil gambar dan mempelajari atmosfer luar Matahari, yang dikenal sebagai korona.

Mereka juga berkesempatan untuk melihat dan mengambil gambar berbagai planet, termasuk Merkurius, Venus, Mars, Saturnus, dan tentu saja, Bumi.

Gladi Bersih

Misi Artemis II NASA ini berfungsi sebagai gladi bersih yang rumit yang dimaksudkan untuk menguji WAHANA yang akan digunakan untuk membantu mendaratkan manusia di permukaan bulan dalam waktu sekitar dua tahun.

Beberapa hari setelah peluncuran, para ilmuwan NASA telah bekerja untuk menyelesaikan tujuan ilmiah dan daftar target yang ingin mereka capai selama penerbangan lintas Bulan.

Dengan membandingkan bagaimana target-target tertentu terlihat dari sudut yang berbeda dan dalam kondisi pencahayaan yang berbeda saat kapsul bergerak, mereka berharap awak pesawat dapat membantu para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana permukaan Bulan berevolusi dari waktu ke waktu. ST/Bloomberg/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.