Saat Pasien Tetap Sadar di Meja Operasi: Inovasi Baru dalam Penanganan Tumor Otak
Minggu, 14 Jun 2026, 17:03 WIBSaat Pasien Tetap Sadar di Meja Operasi: Inovasi Baru dalam Penanganan Tumor Otak
JAKARTA â Kemajuan teknologi kedokteran terus menghadirkan inovasi yang mengubah cara penanganan berbagai penyakit serius, termasuk tumor otak. Salah satu terobosan terbaru dalam bidang bedah saraf adalah awake brain surgery atau operasi otak sadar, sebuah prosedur yang memungkinkan pasien tetap terjaga dan berinteraksi dengan tim medis selama proses operasi berlangsung.
Metode ini dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan keberhasilan pengangkatan tumor otak sekaligus menjaga fungsi-fungsi vital otak yang berperan dalam kemampuan berbicara, bergerak, maupun memahami bahasa.
Tumor otak sendiri merupakan salah satu penyakit yang dapat memberikan dampak serius terhadap kualitas hidup seseorang. Pertumbuhan jaringan abnormal di dalam atau di sekitar otak dapat menimbulkan tekanan pada jaringan saraf, mengganggu fungsi otak, dan memicu berbagai gangguan neurologis.
Dokter Spesialis Bedah Saraf Subspesialis Bedah Saraf Neurovaskular RS Pondok Indah â Pondok Indah, dr. dr. Mardjono Tjahjadi, Sp.B.S., Subsp.N-Vas., Ph.D., FICS, menjelaskan bahwa operasi masih menjadi terapi utama untuk menangani sebagian besar kasus tumor otak.
"Tujuan operasi adalah mengangkat jaringan tumor sebanyak mungkin, mengurangi tekanan di dalam rongga kepala, serta membantu mengatasi gejala yang dialami pasien," ujarnya kepada media di Jakarta pada hari Kamis (11/6).
Tumor Otak Dapat Bersifat Jinak Maupun Ganas
Tumor otak terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal yang berkembang secara tidak terkendali di dalam otak. Berdasarkan asalnya, tumor otak dibagi menjadi dua kelompok utama.
Pertama adalah tumor otak primer, yaitu tumor yang berasal dari jaringan otak itu sendiri atau jaringan di sekitarnya. Kedua adalah tumor otak sekunder atau metastatik, yaitu tumor yang berasal dari organ lain di tubuh kemudian menyebar ke otak.
Meski tidak semua tumor bersifat kanker, pertumbuhan massa di dalam rongga kepala tetap dapat menimbulkan masalah serius. Tumor yang membesar dapat menekan jaringan otak, saraf, maupun pembuluh darah sehingga mengganggu fungsi normal sistem saraf pusat.
Gejala yang muncul pun sangat beragam tergantung lokasi, ukuran, dan kecepatan pertumbuhan tumor. Beberapa keluhan yang sering ditemukan antara lain sakit kepala yang semakin berat, gangguan keseimbangan, pusing, kejang, perubahan kepribadian, gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, hingga kelemahan pada anggota tubuh.
"Baik tumor jinak maupun ganas tetap dapat menyebabkan gangguan fungsi otak apabila tumbuh dan menekan area penting di sekitarnya," jelas dr. Mardjono.
Tantangan Operasi pada Area Vital Otak
Salah satu tantangan terbesar dalam operasi tumor otak adalah ketika tumor tumbuh di dekat area penting yang dikenal sebagai eloquent areas. Area ini bertanggung jawab terhadap berbagai fungsi vital seperti bicara, gerakan tubuh, kemampuan memahami bahasa, penglihatan, hingga fungsi sensorik.
Kerusakan pada area tersebut selama operasi berpotensi menyebabkan gangguan neurologis permanen yang dapat memengaruhi kehidupan pasien dalam jangka panjang.
Di sinilah awake brain surgery menjadi solusi yang semakin banyak digunakan di pusat-pusat layanan bedah saraf modern.
Dalam prosedur ini, pasien tidak sepenuhnya tertidur selama operasi. Setelah kulit kepala diberikan anestesi lokal sehingga tidak merasakan nyeri, pasien akan berada dalam kondisi sadar pada tahap tertentu dan dapat berkomunikasi dengan dokter.
Selama operasi berlangsung, dokter dapat meminta pasien berbicara, menghitung, menggerakkan tangan atau kaki, maupun melakukan tugas sederhana lainnya. Respons pasien menjadi panduan penting bagi tim bedah untuk memastikan area otak yang mengendalikan fungsi vital tetap terlindungi.
Memantau Fungsi Otak Secara Langsung
Keunggulan utama awake brain surgery adalah kemampuan dokter memantau fungsi neurologis pasien secara real-time saat pengangkatan tumor dilakukan.
Dengan metode ini, dokter dapat menentukan batas aman operasi secara lebih akurat sehingga pengangkatan tumor dapat dilakukan semaksimal mungkin tanpa merusak jaringan otak yang berperan penting terhadap kualitas hidup pasien.
"Melalui interaksi langsung dengan pasien selama operasi, dokter dapat mengetahui apakah fungsi bicara, motorik, maupun sensorik tetap berjalan normal. Hal ini membantu meminimalkan risiko gangguan neurologis setelah operasi," kata dr. Mardjono.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan prosedur ini tidak hanya bergantung pada kemampuan dokter bedah saraf, tetapi juga memerlukan kolaborasi erat dengan dokter spesialis anestesi dan dokter spesialis neurologi.
Kerja sama multidisiplin tersebut diperlukan untuk memastikan pasien tetap nyaman, aman, serta mampu memberikan respons yang diperlukan selama operasi berlangsung.
Pemulihan Lebih Cepat dan Kualitas Hidup Lebih Baik
Selain meningkatkan keamanan tindakan bedah, awake brain surgery juga memberikan keuntungan pada proses pemulihan pasien.
Karena fungsi-fungsi penting otak dapat dipantau secara langsung selama operasi, risiko terjadinya gangguan bicara, kelemahan anggota gerak, maupun gangguan sensorik setelah operasi menjadi lebih rendah dibandingkan teknik konvensional pada kasus tertentu.
Dalam sejumlah kasus yang ditangani, pasien menunjukkan hasil pemulihan yang sangat baik. Salah satunya adalah pasien dengan tumor yang berada di area motorik dan oksipital otak.
Setelah menjalani awake brain surgery, pasien tersebut tidak mengalami nyeri maupun kelemahan motorik. Fungsi kognitif tetap terjaga dan pasien bahkan mampu berjalan keluar dari ruang operasi dengan baik.
Kasus lainnya juga memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Fungsi bicara pasien membaik secara bertahap, kelemahan pada anggota gerak kanan berkurang signifikan, sementara pemeriksaan CT scan menunjukkan tumor berhasil diangkat secara menyeluruh. Pasien juga mampu berdiri dan berjalan secara mandiri setelah menjalani masa pemulihan.
Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa pemantauan neurologis secara langsung selama operasi dapat membantu dokter melindungi area penting otak sekaligus meningkatkan peluang pasien mempertahankan fungsi neurologisnya.
Risiko Tumor Otak Tidak Boleh Diabaikan
Meski sebagian tumor otak bersifat jinak, kondisi ini tetap memerlukan perhatian serius. Pertumbuhan tumor yang terus berlangsung dapat meningkatkan tekanan intrakranial dan memicu komplikasi berbahaya.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain hidrosefalus atau penumpukan cairan di dalam otak, serta herniasi otak yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, koma, bahkan kematian.
Hingga kini penyebab pasti tumor otak belum diketahui secara pasti. Namun sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini, seperti usia, jenis kelamin, paparan radiasi, riwayat keluarga, serta gangguan sistem kekebalan tubuh.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk menghindari paparan radiasi yang tidak diperlukan dan melakukan konsultasi medis apabila memiliki riwayat keluarga dengan tumor otak.
Harapan Baru bagi Pasien
Perkembangan awake brain surgery menjadi salah satu bukti bagaimana teknologi dan ilmu kedokteran modern mampu menghadirkan pendekatan yang lebih presisi dalam menangani penyakit kompleks seperti tumor otak.
Dengan kemampuan menjaga fungsi neurologis selama operasi, metode ini tidak hanya berfokus pada keberhasilan mengangkat tumor, tetapi juga pada upaya mempertahankan kualitas hidup pasien setelah menjalani tindakan bedah.
Bagi pasien yang tumornya berada di area vital otak, awake brain surgery kini menjadi harapan baru untuk mendapatkan hasil pengobatan yang optimal dengan risiko gangguan neurologis yang lebih rendah, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.
- Tumor Otak
- RS Pondok Indah
- penyakit saraf
- Teknologi Medis
- Kesehatan Masyarakat
- inovasi kesehatan
- neurologi
- kesehatan otak
- awake brain surgery
- operasi otak sadar
- bedah saraf
- bedah neurovaskular
- operasi tumor otak
- dokter bedah saraf
- fungsi neurologis
- kesehatan modern
- hidrosefalus
- tumor otak primer
- tumor otak metastatik
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Ragunan Diserbu Wisatawan, 30 Ribu Pengunjung Diprediksi Saat Libur Paskah
-
TNI Masuk Kampung di Puncak Jaya, Warga Malah Sambut dengan Haru, Ada Apa?
-
Pengunjung Kebun Raya Bogor Melonjak 40 Persen saat Lebaran
-
Antisipasi Bencana Alam, TNI Hijaukan Titik Rawan Longsor di Bener Meriah, Aceh
-
Iran Pertimbangkan Keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.