Penumpang Keberatan Tarif Transjabodetabek Naik

Jumat, 12 Jun 2026, 03:03 WIB

JAKARTA – Para pelanggan Transjabodetabek keberatan rencana kenaikan tarif. Mereka berharap agar Pemerintah Provinsi Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dalam pembiayaan, sehingga tarif layanan transportasi umum tersebut tidak perlu naik.

“Kalau bisa enggak naik, ya,” kata salah seorang pelanggan Transjabodetabek, Anggi (33) di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (11/6). Dia pun khawatir apabila tarif layanan yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga itu dinaikkan sepihak, tarifnya jadi mahal.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Selama ini, dia mengaku cukup sering menggunakan layanan Transjakarta dan Transjabodetabek untuk mendukung mobilitas sehari-hari. Menurutnya, kenaikan tarif akan menambah beban pengeluaran. Ini tentu memberatkan, terutama bagi mereka yang bergantung pada transportasi umum untuk bekerja maupun beraktivitas.

“Yang dikhawatirkan, ya, jadi nambah pengeluaran untuk transportasi,” ujar Anggi. Untuk itu, dia mendukung adanya kerja sama antara Pemprov Jakarta dan Pemprov Jawa Barat dalam pengelolaan layanan Transjabodetabek.

“Setuju, sih, ada kerja sama, karena transportasi masih agak susah,” tutur Anggi. Senada dengan Anggi, pelanggan Transjabodetabek lainnya, Heri Sumarsono juga berharap tarif layanan tersebut tetap dipertahankan agar tidak memberatkan masyarakat, khususnya penumpang yang tidak menerima subsidi.

“Walaupun saya lansia, enggak setuju tarif naik. Kasihan yang usianya di bawah 50 tahun karena mereka masih bayar,” ungkap Heri yang saat ini menikmati fasilitas tarif gratis bagi lansia itu pun menilai, tarif transportasi publik harus tetap terjangkau untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Maka, dia berharap agar pemerintah dapat terus memberikan subsidi dan menjaga tarif tetap stabil di tengah berbagai tantangan pembiayaan transportasi publik. “Saya harap tetap flat, kasihan yang lain,” tegas Heri.

Transjabodetabek merupakan salah satu moda transportasi yang menghubungkan Jakarta dengan sejumlah wilayah penyangga. Maka, kerja sama antardaerah dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan layanan dan keterjangkauan tarif bagi pengguna.

Tarif Transjabodetabek saat ini tengah dalam tahap pembahasan untuk dinaikkan, dengan kisaran 10.000 hingga 15.000. Selain itu, Pemprov juga menyiapkan skema tarif integrasi maksimum sebesar 10.000 bagi masyarakat yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi umum. 

Tak Semua

Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan tidak semua rute Transjabodetabek akan dinaikkan tarifnya. Dia menyangkal Transjabodetabek akan naik jadi 10.000 atau 15.000. “Tidak semua Transjabodetabek akan naik,” tandas Pramono, Kamis.

Dia menyebutkan hanya rute-rute tertentu yang akan naik. Salah satunya rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta. Kendati demikian, dia belum menyebutkan secara rinci rute dan tarif yang akan ditetapkan. Namun, dia berjanji kenaikan tarif itu tidak akan memberatkan rakyat baik di Jakarta maupun daerah penyangga.

Pramono tetap berjanji agar warga Jakarta lebih nyaman dalam menikmati TransJabodetabek. Saat ini, kata dia, konektivitas transportasi sudah mencapai 93 persen. Sayangnya, pengguna transportasi umum masih di bawah 30 persen.

Bahkan, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta, Pramono berharap angka pengguna transportasi umum semakin meningkat. Sebelumnya, Pramono membuka peluang untuk menambah golongan baru dalam 15 golongan gratis transportasi umum.

Rute PRJ

Sementara itu untuk kegiatan pekan raya Jakarta (PRJ) Transjakarta menyiapkan tiga rute menuju kawasan Jiexpo Kemayoran, lokasi PRJ.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani di Jakarta, Kamis, menyebutkan ketiga rute tersebut adalah 2C (Balai Kota-Jiexpo Kemayoran), PRJ2 (Kampung Melayu-Jiexpo), dan PRJ3 (Pulo Gadung-Jiexpo). ”Berbagai rute ini agar warga bisa memiliki alternatif,” tutur Ayu.

Rute 2C melayani penumpang dari kawasan Balai Kota menuju Jiexpo melalui halte Balai Kota, Monumen Nasional, Pecenongan, Juanda, Pasar Baru Timur, dan Kemayoran.

Kemudian, Rute PRJ2 melayani penumpang dari kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Pusat melalui halte Kampung Melayu, Jatinegara, Bali Mester, Matraman Baru, Kesatrian, Tegalan, Matraman, Paseban, Salemba, Kramat Sentiong, Pal Putih, Senen Sentral, Lapangan Banteng, Pasar Baru Timur, Kemayoran hingga Jiexpo.

Sementara itu, rute PRJ3 melayani penumpang dari kawasan Pulo Gadung melalui halte Pulo Gadung, Bermis, Perintis Kemerdekaan, Pedongkelan, Cempaka Mas, Pasar Cempaka Putih, Rawa Selatan, Galur, Senen Toyota Rangga, Lapangan Banteng, Pasar Baru Timur hingga Jiexpo. Ketiga rute beroperasi Senin-Jumat pukul 14.00-23.00 WIB. Sedangkan pada hari Sabtu-Minggu, layanan itu tersedia pada pukul 09.00-23.00 WIB. wid/Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.