Wamenlu AS ke Indonesia, Peluang Investasi Dinilai Lebih Besar dari Isu Tarif
Kamis, 11 Jun 2026, 20:10 WIBJakarta â Pengamat hubungan internasional Andrea Abdul Rahman Azzqy menilai kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Christopher Landau ke Indonesia tidak akan secara langsung memengaruhi kebijakan tarif dagang yang diterapkan Washington terhadap Indonesia.
Menurut Andrea, kebijakan tarif perdagangan AS ditetapkan melalui mekanisme resmi pemerintah AS sehingga tidak dapat berubah hanya karena kunjungan diplomatik.
âKunjungan Wamenlu AS Christopher Landau tidak serta-merta mengubah tarif dagang, karena kebijakan tarif ditentukan lewat mekanisme formal di Washington,â kata Andrea di Jakarta, Kamis (11/6).
Meski demikian, ia menilai kunjungan tersebut tetap memiliki nilai strategis karena berpotensi membuka peluang kerja sama baru di bidang investasi, teknologi digital, serta koordinasi keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
âManfaat terbesar dari kunjungan tersebut ada pada investasi dan teknologi, bukan tarif,â ujar dosen Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur itu.
Ia berharap pemerintah dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi Indonesia.
Christopher Landau melakukan kunjungan resmi ke Singapura, Vietnam, dan Indonesia pada 6â13 Juni 2026. Indonesia menjadi salah satu tujuan dalam lawatan pertamanya ke Asia Tenggara sejak menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri AS.
Dalam agenda kunjungannya ke Indonesia pada 13 Juni, Landau dijadwalkan membahas penguatan kerja sama ekonomi bilateral serta peningkatan investasi perusahaan-perusahaan AS guna mendukung pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Kunjungan tersebut juga menegaskan komitmen AS untuk memperkuat kemitraan ekonomi dan strategis di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik.
Sebelumnya, pada 7 Juni, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) berencana mengabulkan 18 permohonan pengecualian tarif yang diajukan Indonesia dalam investigasi Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan AS.
Langkah tersebut diyakini dapat memberikan stimulus bagi sektor industri nasional melalui penurunan biaya ekspor dan peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar AS.
Indonesia sendiri dikenakan tarif sebesar 10 persen berdasarkan hasil investigasi Pasal 301 bersama lima negara lainnya, sementara 54 negara lain dikenakan tarif sebesar 12,5 persen.
Di tengah penguatan hubungan ekonomi Indonesia-AS, pemerintah Indonesia juga terus mendorong penyelesaian konflik internasional melalui jalur diplomasi.
Membantu Dialog
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menegaskan tawaran Presiden Prabowo Subianto untuk membantu memfasilitasi dialog antara AS dan Iran masih terbuka di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
âTawaran selalu terbuka, tetapi tentunya hal tersebut memerlukan kesepakatan dari semua pihak,â kata Arrmanatha usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.
Menurut Arrmanatha, tawaran tersebut merupakan wujud komitmen Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian dan penyelesaian konflik melalui dialog.
âIni adalah niat baik dari Presiden Prabowo, di mana beliau selalu mengatakan siap memberi jasa baiknya,â ujarnya.
Indonesia, lanjut dia, menyayangkan kembali meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang memicu gangguan stabilitas di kawasan, termasuk di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Ia menegaskan bahwa konflik yang berlarut-larut tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat secara langsung, tetapi juga terhadap perekonomian dan stabilitas global.
âKita pun kembali menyerukan agar semua pihak segera kembali melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan,â kata Arrmanatha.
Sebelumnya, ketika konflik antara AS-Israel dan Iran pecah pada 28 Februari lalu, Presiden Prabowo telah menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan dalam mendorong dialog guna membantu meredakan ketegangan.
Kementerian Luar Negeri RI saat itu menyebut Presiden Prabowo siap memberikan jasa baik Indonesia dalam mendukung proses perdamaian, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia.
Sementara itu, bentrokan antara pasukan AS dan Iran kembali dilaporkan terjadi pada Kamis (11/6) dini hari waktu setempat di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman. Di saat yang sama, otoritas militer Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi pelayaran komersial menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
- Kebijakan Tarif AS
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemprov Kepri Tambah Kuota Penerima Beasiswa untuk Pendidikan Tinggi di 2026
-
Kasus Keracunan Siswa, IDAI Warning Keras: Standar MBG Harus Diperketat!
-
Tarif Nol Persen untuk Ribuan Produk, Ekspor Indonesia ke AS Diproyeksi Naik
-
Gaya Hidup Ternyata Bisa Bikin Gigi Jadi Kuning, Begini Penjelasannya
-
Aparat Gabungan TNI Bersama RSUD Mulia dan PMI Kab Puncak Jaya Evakuasi Pengungsi Korban Penembakan KKB di Distrik Sinak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.