Gerakan Kecoa Kaum Muda India Raih Kemenangan

Senin, 27 Jul 2026, 02:24 WIB

NEW DELHI – Para pegawai sipil di Kotamadya New Delhi pada Minggu (26/7) sibuk mengecat ulang grafiti antipemerintah setelah gerakan kecoa yang dipimpin kaum muda meninggalkan lokasi protes penting tersebut, merasa puas karena pemerintah telah memenuhi tuntutan mereka.

Partai Cockroach Janta (CJP) yang digerakkan oleh media sosial telah menarik simpati ribuan demonstran yang sebagian besar mahasiswa, ke lokasi Jantar Mantar di ibu kota, menghimpun salah satu protes antipemerintah terbesar di India dalam beberapa tahun terakhir.

Ket. Foto: Para pendukung Partai Cockroach Janta (CJP) mengibarkan bendera nasional India di Kota Mumbai pada Minggu (26/7) menyusul berakhirnya gerakan protes yang menuntut pemerintah untuk mereformasi pendidikan. — Sumber: AFP/PUNIT PARANJPE

Aksi protes selama beberapa hari terkait kecurangan ujian dan isu-isu lain itu berhasil mempengaruhi generasi muda India hingga memuncak pada Sabtu (25/7) dengan pengunduran diri menteri pendidikan dan diterimanya tuntutan-tuntutan penting lainnya oleh pemerintah.

Gerakan yang dipicu oleh seruan untuk reformasi pendidikan ini berkembang mencakup kekhawatiran tentang pengangguran, peluang bagi kaum muda, dan apa yang oleh para kritikus disebut sebagai gaya pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi yang semakin otoriter.

Aksi protes tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pemerintahan nasionalis Hindu pimpinan Modi sejak terpilih kembali pada tahun 2024.

Nayan Thakrele, 19 tahun, salah satu dari banyak anak muda yang datang dari seluruh India untuk bergabung dengan gerakan tersebut, akhirnya tiba di Jantar Mantar pada Minggu pagi.

"Sayang sekali protes sudah berakhir saat saya sampai di sini," kata Thakrele, yang menempuh perjalanan kereta api selama 20 jam dari Negara Bagian Madhya Pradesh di India tengah, kepada AFP.

"Saya pertama kali mendengarnya di Instagram dan melihat suasana yang menggetarkan, dinding berwarna-warni, poster-poster, dan ingin berada di sini dan mengalaminya sendiri," kata Thakrele.

Amish, 35 tahun, juga berharap bisa untuk bergabung dalam protes tersebut tetapi tiba di lokasi ketika tempat itu sudah mulai dicat bersih. "Saya sudah memesan penerbangan dari Mumbai sebelum (Menteri Pendidikan, Dharmendra) Pradhan mengundurkan diri," kata dia kepada AFP.

Amish mengatakan bahwa pemerintah Modi telah terjebak dalam situasi sulit dengan tanggapannya terhadap protes, yang kadang-kadang meningkat menjadi bentrokan singkat dan ledakan kekerasan.

"Seandainya mereka tidak mencoba melakukan tindakan keras, protes itu tidak akan sebesar ini," kata Amish.

Seorang polisi Delhi di Jantar Mantar mengatakan bahwa hanya sedikit orang yang datang ke sana pada Minggu pagi, dengan sebagian besar warga setempat yang penasaran ingin melihat lokasi yang mereka lihat di video protes secara daring.

"Kami ingin semuanya didokumentasikan dan diingat," kata Rahul, seorang demonstran, kepada AFP pada Sabtu lalu. "Kami telah mengambil foto dan video poster-poster ini dan berharap semua orang membagikannya secara luas," imbuh dia. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.