- Home
-
- Luar Negeri
-
- Vietnam Cari 17 Orang Sete...
Vietnam Cari 17 Orang Setelah Kapal Tenggelam di LTS
Senin, 27 Jul 2026, 02:40 WIBHANOI - Tim penyelamat Vietnam pada Minggu (26/7) sedang mencari 17 orang yang hilang setelah sebuah kapal kargo yang membawa 62 orang tenggelam saat cuaca badai di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang diperebutkan, kata Kementerian Luar Negeri Vietnam.
âPihak berwenang Vietnam telah tiba di lokasi kejadian setelah kapal Khoi Nguyen 18 tenggelam saat beroperasi dalam kondisi cuaca buruk di LTS," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Pham Thu Hang, dalam sebuah pernyataan kepada AFP.
Saat ini Tiongkok mengklaim LTS hampir secara keseluruhan meskipun ada putusan internasional yang menyatakan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum.
Vietnam bersama dengan Filipina, Brunei, Malaysia, dan Taiwan, memiliki klaim yang saling bersaing atas wilayah-wilayah di jalur perairan strategis tersebut, termasuk gugusan Kepulauan Spratly, yang diyakini memiliki sumber daya minyak dan gas yang melimpah.
Hang mengatakan bahwa tim penyelamat Vietnam dengan dukungan dari pasukan penyelamat Tiongkok, termasuk kapal dan helikopter, serta kapal-kapal lain di daerah tersebut, telah menyelamatkan 45 dari 62 orang, hingga pukul 12 siang waktu setempat pada Minggu.
âPihak berwenang dan kapal-kapal nelayan secara aktif mencari orang-orang yang masih hilang," imbuh Hang.
Kapal Khoi Nguyen 18 mengalami masalah di dekat Fiery Cross di kepulauan Spratly, menurut stasiun televisi pemerintah Tiongkok, CCTV. Saat ini Fiery Cross Reef dikuasai oleh Beijing tetapi juga diklaim oleh Hanoi dan Manila.
Sebuah kapal penyelamat Tiongkok pertama kali mendeteksi apa yang diyakini sebagai sinyal bahaya dari kapal Vietnam yang terancam bahaya pada Sabtu (25/7) malam, kata kantor berita Xinhua pada Minggu.
Menurut Xinhua, enam kapal Tiongkok dan sebuah helikopter penyelamat, serta satu kapal Vietnam, telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di daerah tersebut.
Insiden Lainnya
Dalam insiden terpisah pada Jumat (24/7), sebuah kapal Vietnam lainnya juga tenggelam di tengah laut yang bergelombang di wilayah Kepulauan Spratly, dengan 33 nelayan diselamatkan dan tiga orang hilang, menurut media pemerintah Vietnam pada Sabtu.
Menurut situs berita milik pemerintah, Tuoi Tre News, kapal penangkap ikan tersebut menghadapi angin kencang, kemasukan air, dan tenggelam pada Jumat pagi. Kapal-kapal penangkap ikan lain di area tersebut dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan.
Menurut Tuoi Tre, sekitar pukul 21.00 pada Jumat, 33 nelayan telah diselamatkan sekitar 15 mil laut di sebelah barat lokasi tenggelamnya kapal tersebut. Mereka kemudian dibawa ke Da Tay, atau West Reef, sebuah atol di bawah kendali Vietnam yang merupakan bagian dari Kepulauan Spratly, untuk perawatan medis dan dalam kondisi stabil.
Ketiga nelayan yang hilang itu berpegangan pada wadah plastik dan tidak mengenakan jaket pelampung saat meninggalkan kapal, menurut laporan situs berita tersebut. AFP/I-1
- kapal tenggelam
- Vietnam
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Hong Kong Ajukan Dakwaan Pembunuhan dalam Tragedi Kebakaran Apartemen Paling Mematikan di Dunia
-
Keberhasilan UU Polri Bergantung pada Kualitas SDM
-
Puluhan Tim Robotika Mengikuti Visitasi Daring Menjelang KRAI 2026 di Unej
-
Kemenpar Perkuat Skill Storytelling Pelaku Wisata di Belitung dan Labuan Bajo
-
SAR Mataram selamatkan 45 penumpang Kapal Tenggelam di Perairan Bima
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.