Tok! Faunaland Resmi Jadi Pengelola Baru Bandung Zoo, Pemkot Wajibkan Bayar Kontribusi Rp4,3 Miliar per Tahun
Kamis, 11 Jun 2026, 22:47 WIBKOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menyebut pengelola baru Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) yaitu PT Fauna Land Ancol diwajibkan membayar kontribusi tetap sebesar 4,3 miliar rupiah per tahun sebagai bagian dari perjanjian kerja sama (PKS) pengelolaan kawasan tersebut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kewajiban tersebut harus dipenuhi segera setelah penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan.
âBegitu tanda tangan PKS, mereka harus langsung membayar kontribusi tetap sebesar 4,3 miliar rupiah. Setelah itu mereka langsung bertanggung jawab terhadap pakan satwa dan seluruh operasional,â kata Farhan di Bandung, Kamis (11/6).
Menurut dia, dengan ditetapkannya pengelola baru, proses transisi pengelolaan Bandung Zoo akan segera dimulai.
Tahapan tersebut mencakup persiapan revitalisasi kawasan, penguatan fungsi konservasi, peningkatan kesejahteraan satwa, hingga pembukaan kembali kebun binatang bagi masyarakat.
Farhan mengatakan Pemkot Bandung memastikan kerja sama tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi kota, baik dari sisi konservasi maupun pengelolaan aset daerah.
Selain memperkuat fungsi konservasi dan pelayanan publik, pengelola baru juga memiliki komitmen melakukan revitalisasi kawasan, pengembangan fasilitas, serta investasi yang mendukung keberlanjutan operasional Bandung Zoo di masa mendatang.
Ia menjelaskan proses seleksi pengelola telah menghasilkan skema kerja sama yang dinilai mampu memberikan manfaat optimal bagi Pemkot Bandung sebagai pemilik aset, sekaligus menjamin tersedianya dukungan investasi untuk memulihkan kualitas kawasan.
âHal yang paling penting bagi kami adalah hadirnya kepastian masa depan Bandung Zoo. Kami ingin melihat kawasan ini kembali hidup, satwanya semakin sejahtera, fungsi konservasinya semakin kuat dan manfaatnya semakin besar bagi masyarakat Kota Bandung,â ujarnya.
Farhan menambahkan, Pemkot Bandung akan terus mengawal masa transisi pengelolaan agar seluruh komitmen yang telah disepakati, terutama terkait konservasi, kesejahteraan satwa, pelayanan publik, dan pemanfaatan aset daerah dapat berjalan sesuai ketentuan.
âKami akan memastikan seluruh proses transisi berlangsung dengan baik dan seluruh komitmen yang telah disampaikan pengelola baru dapat diwujudkan secara nyata,â katanya.
Proses Transparan
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Bandung memastikan proses penentuan pengelola baru Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) dilakukan transparan dan tidak melalui penunjukan langsung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan keputusan akhir akan ditetapkan bersama Kementerian Kehutanan mengingat pengelolaan kebun binatang berkaitan erat dengan aspek konservasi dan perlindungan satwa.
âDari tiga peserta tersebut harus dipilih satu, dan pemilihannya tidak bisa dilakukan sendirian. Harus bersama kementerian karena izin konservasi dan izin terkait satwa yang dilindungi berada di bawah kewenangan kementerian,â kata Muhammad Farhan di Bandung, Rabu (10/6).
Ia mengatakan akan berkoordinasi bersama Kementerian Kehutanan guna membahas tahap akhir proses tersebut. Menurut Muhammad Farhan meskipun pemerintah memiliki kewenangan dalam proses seleksi, penentuan pengelola tidak bisa dilakukan secara sepihak.
âSetelah penandatanganan dilakukan, Pemerintah Kota Bandung akan segera mengumumkan pemenang tender pengelolaan Bandung Zoo,â katanya.
Ia menyebut salah satu syarat penting adalah kesiapan finansial. Pemenang tender nantinya diwajibkan membayar kontribusi tetap sebesar 4,3 miliar rupiah di awal setelah penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS).
âBegitu tanda tangan PKS, mereka harus langsung membayar kontribusi tetap sebesar 4,3 miliar rupiah. Setelah itu mereka langsung bertanggung jawab terhadap pakan satwa dan seluruh operasional,â kata Farhan.
Farhan mengakui kondisi Bandung Zoo yang tutup selama sekitar enam bulan menjadi tantangan tersendiri bagi calon pengelola.
Oleh karena itu, diperlukan lembaga konservasi berbadan hukum yang memiliki kemampuan finansial kuat untuk melakukan pemulihan dan menghidupkan kembali operasional kebun binatang tersebut.
âIni bagian dari investasi yang harus mereka lakukan. Secara bisnis dan finansial, lembaga konservasi yang mengelola harus memiliki kemampuan yang sangat kuat,â ujarnya. Ant
- Bandung Zoo
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Disdik Sumsel Berlakukan Pembelajaran Daring karena Unjuk Rasa
-
Kisruh Manajemen Picu Tragedi! 7 Satwa Mati di Bandung Zoo, Kebun Binatang Ditutup Sementara
-
Perkuat Investasi dan Ekspor agar Ekonomi RI Kompetitif
-
Pacers Bangkit untuk Ungguli Thunder
-
Pemadaman Karhutla di Desa Tongging
-
Leo/Bagas Langsung Tersingkir
-
KemenPPPA Dorong Perempuan Berperan Aktif dalam Penanganan Bencana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.