Tepis Klaim Trump, Iran Tegaskan Hormuz Tak Bisa Direbut Hanya Lewat Cuitan atau Pidato Kampanye

Sabtu, 15 Agu 2026, 13:45 WIB

ISTANBUL - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan Selat Hormuz tidak dapat direbut hanya dengan sebuah cuitan, pengerahan kapal induk, perintah, ataupun pidato kampanye pemilu.

Pernyataan tersebut disampaikan Gharibabadi, Jumat, untuk menepis klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sesumbar akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah negaranya.

Ket. Foto: Foto yang diambil menggunakan ponsel ini memperlihatkan kapal-kapal dagang yang terdampar di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab —sebuah kota kecil di wilayah utara Oman— pada 29 Mei 2026. — Sumber: Xinhua

Wamenlu Iran itu mengatakan AS harus mengakui kekalahan strategis dan serius yang telah dideritanya dalam perang melawan Iran.

“Iran tidak takut terhadap ancaman dan tidak dapat diintimidasi oleh unjuk kekuatan,” katanya melalui unggahannya di platform media sosial X.

“Selat Hormuz itu milik Iran, sekarang milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran. Sampai kalian menerima kenyataan mengenai kekalahan kalian dan meninggalkan fantasi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade di Hormuz,” tambahnya.

Dalam pernyataannya sehari sebelumnya, Trump mengklaim bahwa Angkatan Laut AS sedang memberlakukan blokade penuh terhadap Selat Hormuz.

“Setelah mengalahkan Iran sepenuhnya, saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” kata Trump.

  • selat hormuz

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.