Gedung Sekolah Rakyat Jepara Selesai Dibangun, Para Siswa Siap Ikuti MPLS
Sabtu, 15 Agu 2026, 13:42 WIBJEPARA â Siswa baru Sekolah Rakyat Jepara, Jawa Tengah, siap memanfaatkan bangunan baru yang dibangun pemerintah di Desa Suwawal, Kabupaten Jepara, untuk memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 20 Agustus 2026.
"Informasi yang kami peroleh dari penanggung jawab pembangunan, terhitung hari ini Sabtu (15/8), untuk gedung fungsional Sekolah Rakyat Jepara sudah 100 persen selesai dikerjakan. Saat ini menyisakan pembersihan secara menyeluruh," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo di Jepara.
Dengan demikian, kata dia, siswa eksisting yang sebelumnya menempati Balai Latihan Kerja (BLK) Jepara bisa menempati gedung baru, termasuk siswa baru yang akan mengikuti MPLSÂ juga bisa dilaksanakan sesuai jadwal pada 20 Agustus 2026.
Kepala Sekolah Rakyat Rintisan Jepara, Asri Linda Listyaningrum, mengakui sudah mempersiapkan untuk pelaksanaan MPLS tanggal 20 Agustus 2026.
"Kami juga sudah melakukan pengecekan ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Jepara di Desa Suwawal, Kecamatan Pakisaji, pada Jumat (14/8). Memang masih ada aktivitas pekerja, seperti membersihkan lokasi bangunan dari sisa-sisa pekerjaan," ujarnya.
Meskipun demikian, kata dia, untuk ruang serba guna, asrama, serta ruang belajar mengajar sudah bisa dipakai.
Untuk saat ini, pihaknya juga sudah melakukan pemindahan barang-barang dari BLKÂ di Pecangaan ke bangunan baru di Desa Suwawal, termasuk barang-barang bawaan guru dan sebagian milik siswa dan wali murid.
"Sebelum proses belajar mengajar, tentunya semua sudah beres," ujarnya.
Rencananya sebanyak 75 siswa sekolah dasar (SD) eksisting yang selama ini mengikuti proses belajar mengajar di BLK Jepara akan menempati gedung baru pada tanggal 18 Agustus 2026.
Siswa eksisting dan siswa baru nantinya menempati empat gedung asrama, yang akan dipisah untuk murid laki-laki maupun perempuan.
Sementara tenaga pengajar, awalnya hanya tiga guru ASN dan dua guru bantu untuk mengampu Pendidikan Agama Islam dan olahraga. Namun, nantinya ada tambahan tenaga pendidik dari Kementerian Sosial, termasuk bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jepara dan Provinsi Jateng.
Untuk guru SMA terpenuhi 17 orang, sedangkan SMP sebanyak 12 orang, sedangkan SD masih membutuhkan tambahan, karena ada tambahan enam rombongan belajar, sehingga butuh enam guru kelas, dua guru olahraga, serta dua guru Pendidikan Agama Islam.
Selain itu, dibutuhkan juga guru pengampu agama selain PAI, karena ada dua siswa SMA yang beragama non-Muslim.
Pelaksanaan MPLS nantinya juga sudah terpenuhi untuk kuota siswa mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), SMP, hingga SMA. Masing-masing sebanyak 90 siswa, pendaftarnya memang cukup banyak. Namun, karena dibatasi kuota 90 anak, setiap jenjang hanya menerima 90 murid, baik SD, SMP, maupun SMA.
Sekolah rakyat tersebut disiapkan dengan fasilitas yang sangat lengkap bagi anak-anak fakir miskin ekstrem yang selama ini susah untuk belajar dan tidak punya akses pendidikan.
Untuk pendanaan program tersebut berasal dari efisiensi anggaran negara yang digalakkan Presiden, sehingga tidak mengganggu alokasi 20 persen dana pendidikan di APBN.
Sebagai langkah keberlanjutan, Pemkab Jepara juga menyiapkan lahan tambahan sekitar 6 hektare, ketika nantinya dibutuhkan pengembangan fasilitas Sekolah Rakyat.
- Pemkab Jepara
- Sekolah Rakyat
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hebat, Dua Siswa Sekolah Rakyat Wakili Indonesia di Forum Anak ASEAN ke-9
-
Disnaker Kota Bandung: Job Fair Online 2026 Sediakan 2.595 Lowongan dari Puluhan Perusahaan
-
HiDiMU Susel Siap Menghadirkan Ruang Kesetaraan Disabilitas
-
Avila Bahar-Aaron Lim (HMRT) Raih Hasil Sempurna di MTCC Malaysia
-
Dinas Perhubungan Batang Edukasi Masyarakat Keselamatan Gunakan Sepeda Listrik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.