PT KAI Luncurkan Platform Space Digital

Kamis, 11 Jun 2026, 18:45 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi meluncurkan aplikasi Space untuk mengoptimalkan pengelolaan aset strategis nasional. Platform digital ini mempermudah seluruh pelaku usaha dalam mengeksplorasi potensi kemitraan bisnis secara transparan.

Badan usaha milik negara tersebut mengadakan acara peresmian di Hotel Raffles Jakarta pada Rabu (10/6). Kehadiran platform tersebut merupakan wujud nyata integrasi seluruh peluang bisnis dalam ekosistem digital KAI.

Ket. Foto: — Sumber: RRI/Nugroho

Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT KAI, Rafli Yandra, memberikan penjelasan resmi. Infrastruktur yang ditawarkan mencakup stasiun hingga bangunan bersejarah sebagai potensi pertumbuhan ekonomi nasional berkelanjutan.

"Melalui Space by KAI, investor dan pelaku usaha dapat mencari, kemudian juga mengeksplorasi, dan menjajaki peluang kerja sama bisnis dengan lebih cepat dan transparan. Dan ini merupakan wujud transformasi digital KAI dalam memberikan peluang bisnis melalui aset strategis di seluruh Indonesia," ujar Rafli Yandra.

Rafli menyatakan platform digital tersebut siap menghubungkan aset perusahaan dengan berbagai peluang komersial. Aplikasi canggih ini dirancang khusus untuk mempercepat langkah awal kemitraan strategis antara kedua belah pihak.

"Space KAI yang akan kami hadirkan sebagai platform resmi KAI ini bisa menggabungkan aset strategis dengan peluang-peluang bisnis secara transparan, kemudian juga bisa dilakukan secara profesional, dan siap dikembangkan bersama-sama. Ini bukan hanya sekadar katalog aset, tetapi ini adalah pintu awal kemitraan kita semua, di mana para pelaku usaha dapat melihat peluang bisnis, memahami potensi bisnis, dan memulai langkah-langkah pertama bersama KAI dengan cara yang lebih sederhana dan easy," kata dia.

Executive Vice President (EVP) of Sales PT KAI, Zuhril Alim, turut memaparkan potensi stasiun. Area transportasi publik ini kini berkembang pesat menjadi ruang keterikatan merek yang sangat menguntungkan.

"Kenapa engagement-nya tinggi? Karena para masyarakat, para penumpang ini butuh kereta. Mereka melakukan komuter dari satu tempat ke tempat lain, dan itu tiap hari," kata Zuhril Alim.

Zuhril menjelaskan portal tersebut memberikan kemudahan akses data visual tanpa harus datang langsung. Berbagai macam segmen bisnis komersial seperti hak penamaan stasiun dapat diakses melalui portal baru.

"Dengan adanya Space by KAI, teman-teman tidak perlu harus ke Jember untuk bisa melihat aset yang cukup konkrit, cukup potensial. Teman-teman cukup melihat dari Space, apa yang bisa dikerjasamakan di wilayah Jember, di wilayah Padang, tanpa harus teman-teman melihat pergi ke Jember," ujar dia.

Vice President (VP) of Non-Transport Sales KAI, Buntar Ris Wirawan, menegaskan aspek penting pengawasan jalur rel kereta. Seluruh pemanfaatan lahan di bawah jalur layang wajib mematuhi kriteria keselamatan perjalanan kereta api.

"Tapi kalau yang persis di bawah relnya itu, itu memang kita tidak diperbolehkan secara aturan keselamatan dari perkeretaapian karena di bawah jalur kereta api itu tidak boleh ada aktivitas yang membahayakan perjalanan kereta api. Jadi ada pemanfaatannya, ada pengawasan, Bapak, Ibu sekalian, seperti ruang manfaat kereta api itu juga kita awasi, sepanjang jalur di bawah elevated track," ujar Buntar.

Buntar pun menambahkan bahwa perusahaan kini sedang giat mengembangkan modul khusus periklanan digital secara menyeluruh. Mitra dapat berdiskusi dengan tim Daerah Operasi (Daop) maupun Divisi Regional (Divre) di wilayahnya.

"Targetnya di semester ini akan kami luncurkan untuk modul khusus advertising, sehingga nanti visualisasi media iklan di stasiun, di bodi kereta, maupun di dalam kereta akan terlihat secara detail, lengkap dengan harga dasar sewanya. Kirimkan pesan Anda secara langsung, nanti tim kami di Daop atau Divre setempat akan langsung merespons dan mengundang teman-teman sekalian untuk melakukan diskusi kelanjutan kerja sama secara langsung," kata dia.

Transformasi digital ini diharapkan mampu memperpendek jarak antara ide bisnis kreatif dengan ketersediaan ruang. Sinergi bisnis berkelanjutan tersebut diyakini akan memperkuat ekosistem pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.