• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • KAI Jadi Inspirasi Layanan...

KAI Jadi Inspirasi Layanan Publik, Dinilai Mampu Bersaing dengan Standar Global

Minggu, 14 Jun 2026, 00:01 WIB

JAKARTA – Transformasi layanan yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam beberapa tahun terakhir dinilai berhasil menjadikan perusahaan tersebut sebagai salah satu tolok ukur (benchmark) layanan publik di Indonesia.

Konsistensi dalam menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan berorientasi pada pelanggan membuat KAI tidak hanya menjadi rujukan di sektor transportasi, tetapi juga menginspirasi berbagai industri lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Ket. Foto: Sebuah rangkaian kereta api. Transformasi layanan KAI mendapat apresiasi dari pengamat transportasi. Berbagai inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan dinilai menjadikan KAI sebagai benchmark layanan publik yang mampu bersaing dengan standar global. — Sumber: KAI

Pandangan tersebut disampaikan akademisi sekaligus pengamat transportasi darat, Djoko Setijowarno, dalam podcast bertajuk Menilik Transformasi Pelayanan Kereta Api di Indonesia, Sudah Setara Global! yang ditayangkan Marketeers TV.

Menurut Djoko, keberhasilan KAI tidak terlepas dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga dan meningkatkan kualitas layanan. Berbagai inovasi yang terus dilakukan dinilai mampu membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan standar baru dalam penyelenggaraan transportasi publik nasional.

“Banyak perusahaan menjadikan KAI sebagai sumber inspirasi karena konsistensinya menghadirkan layanan berkualitas, bukan hanya perusahaan transportasi,” paparnya.

Djoko menilai kualitas layanan transportasi publik di Indonesia saat ini telah mampu bersaing dengan sejumlah negara maju. KAI disebut sebagai contoh bagaimana operator transportasi dapat mengelola sistem yang tertib dan berfokus pada pengalaman pelanggan.

Ia juga menyoroti tingkat kedisiplinan pengguna transportasi publik di Indonesia yang dinilai turut mendukung kualitas layanan. Sebagai perbandingan, Djoko menyebut masih ditemukannya praktik pengguna yang menerobos gerbang tiket di beberapa kota besar dunia, seperti Paris, untuk menghindari pembayaran.

Menurutnya, kondisi serupa relatif jarang terjadi di Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan layanan transportasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan infrastruktur, tetapi juga budaya disiplin yang tumbuh di masyarakat.

Berdasarkan pengalaman studi banding ke berbagai negara, Djoko melihat layanan KAI maupun transportasi publik Indonesia secara umum memiliki daya saing yang kuat. Bahkan, beberapa fasilitas publik di Indonesia dinilai mampu dikelola lebih baik dibandingkan sejumlah negara yang sebelumnya menjadi rujukan pembelajaran.

Salah satu contoh yang disorot adalah keberadaan musala di berbagai stasiun kereta api. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, kebutuhan ruang ibadah menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan masyarakat.

KAI dinilai berhasil menjawab kebutuhan tersebut melalui penyediaan musala yang bersih, memiliki kapasitas memadai, serta mudah diakses oleh pelanggan.

“Fasilitas seperti ini tidak banyak ditemukan di negara lain. Kehadiran musala dengan standar layanan yang baik menunjukkan bahwa KAI tidak hanya fokus pada aspek operasional, tetapi juga memahami kebutuhan sosial dan budaya masyarakat,” kata Djoko.

20260613234823_Foto-Djoko-Setijowarno.jpg

Djoko Setijowarno, dalam podcast bertajuk Menilik Transformasi Pelayanan Kereta Api di Indonesia, Sudah Setara Global! yang ditayangkan Marketeers TV.

Kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel juga terus meningkat seiring berbagai inovasi yang dilakukan perusahaan. Digitalisasi layanan, peningkatan kenyamanan perjalanan, hingga perbaikan fasilitas stasiun menjadi faktor yang memperkuat daya tarik layanan kereta api.

Terbaru, KAI menghadirkan fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI yang memungkinkan penumpang perempuan memilih kursi bersebelahan dengan sesama perempuan dalam perjalanan kereta api antarkota. Fitur tersebut memanfaatkan integrasi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mendeteksi gender secara otomatis.

Inovasi tersebut dinilai sebagai langkah nyata dalam meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan perempuan sekaligus memperkuat posisi KAI sebagai salah satu wajah transportasi publik Indonesia yang kompetitif.

Di sisi lain, Djoko menilai perkembangan transportasi publik di Jakarta saat ini juga telah menjadi rujukan bagi berbagai pemerintah daerah dan operator transportasi di Indonesia. Sistem transportasi massal yang diterapkan di ibu kota dinilai menunjukkan praktik pengelolaan yang baik sehingga tidak selalu perlu mencari referensi ke luar negeri.

Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa Indonesia mampu menghadirkan layanan transportasi publik yang kompetitif, modern, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Layanan KAI menjadi bukti bahwa kualitas pelayanan yang dibangun secara konsisten dapat berkembang dari sekadar sarana transportasi menjadi sumber inspirasi bagi berbagai sektor pelayanan publik di Indonesia,” ujarnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.