Menkeu Tegaskan Kenaikan Harga Pertamax Tak Picu Lonjakan Inflasi

Kamis, 11 Jun 2026, 19:05 WIB

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, meyakini kenaikan harga Pertamax tidak akan memicu lonjakan inflasi. Menurut dia, efek domino dari kebijakan ini terhadap harga barang dan jasa di masyarakat akan sangat terbatas.

"Karena karakteristik pengguna Pertamax mayoritas kendaraan pribadi kelas menengah ke atas. Bukan kendaraan logistik atau transportasi publik yang menjadi urat nadi distribusi barang pokok," kata Menkeu Purbaya dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Kamis (11/6).

Ket. Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa — Sumber: RRI/ Magdalena Krisnawati

Karena karakteristik itu, struktur biaya produksi dan logistik nasional diproyeksikan tidak akan terganggu. Sehingga laju inflasi sepanjang tahun 2026 diperkirakan akan tetap stabil dan berada di dalam koridor asumsi APBN 2026.

"Harusnya dampak inflasinya limited, karena bukan buat angkutan umum. Angkutan barang enggak pakai Pertamax," ucap dia.

Namun, ada kekhawatiran, kenaikan harga Pertamax membuat konsumen mengubah konsumsinya ke harga BBM yang lebih murah misalnya Pertalite yang juga BBM bersubsidi.

Perpindahan konsumsi ini ke BBM bersubsidi dikhawatirkan akan makin membebani kuota BBM bersubsidi. Menanggapi hal itu, Menkeu Purbaya mengatakan telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang komprehensif.

"Pemerintah akan memastikan bahwa pengawasan distribusi BBM bersubsidi semakin diperketat, sehingga tepat sasaran. Guna menjamin agar BBM bersubsidi tetap dinikmati oleh masyarakat yang berhak dan kuotanya tetap terjaga hingga akhir tahun," ujar Menkeu.

Sementara itu, Analis Pasar Uang dari Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa, mencermati dampak kenaikan harga BBM Non-subsidi ke masyarakat. "Kenaikan harga BBM non-subsidi berpotensi semakin menekan daya beli dan konsumsi masyarakat serta meningkatkan risiko inflasi," ucap dia.

Risiko inflasi terjadi karena kenaikan biaya transportasi. "Sementara harga energi yang tetap tinggi juga dapat menambah tekanan fiskal melalui kenaikan subsidi dan kompensasi energi," ujar dia.

Pada Selasa (9/6) lalu, Pertamina menaikkan harga Pertamax sebesar Rp3.950 menjadi Rp16.250/liter. Harga Pertamax Green 95 sebesar naik sebesar Rp4.100 menjadi Rp17.000/liter.

Kenaikan harga Pertamax seiring kenaikan harga minyak global sehingga Pertamina merasa perlu melakukan penyesuaian terhadap harga keekonomian. ils/I-1

  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
  • Harga Pertamax Naik

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.