Empat Wilayah di Kota Semarang Rawan Kekeringan

Minggu, 26 Jul 2026, 22:17 WIB

Semarang - Pemerintah Kota Semarang, Jateng telah memetakan setidaknya ada empat wilayah yang rawan kekeringan sehingga perlu mendapatkan perhatian, terutama penyiagaan dan pendistribusian air bersih.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Minggu, memastikan bahwa pihaknya telah memperketat kesiapsiagaan seluruh jajaran instansi guna mengantisipasi bahaya kekeringan dan krisis air bersih selama musim kemarau.

Ket. Foto: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. — Sumber: Antara

Langkah yang dilakukan mencakup pengamanan pasokan air irigasi, pengelolaan sumber air warga, hingga skema percepatan distribusi air bersih ke pemukiman rawan.

Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, terdapat empat kecamatan utama yang dipetakan sebagai wilayah paling rawan kekeringan.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tembalang (Kelurahan Rowosari dan Mangunharjo), Kecamatan Banyumanik (Kelurahan Jabungan), Kecamatan Gunungpati (Kelurahan Cepoko)

Serta, Kecamatan Ngaliyan (Kelurahan Wonosari), ditambah Kecamatan Genuk yang masuk dalam pantauan khusus.

"Mayoritas wilayah rawan ini berada di area perbukitan yang minim sumber mata air serta belum sepenuhnya terjangkau jaringan PDAM," katanya.

Ia mengatakan bahwa Pemkot Semarang melalui BPBD telah menyiagakan cadangan logistik air bersih sebanyak 900.000 liter yang diproyeksikan aman hingga akhir tahun.

Untuk memastikan penanganan yang terukur, Pemkot Semarang menyiagakan armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk penyaluran air secara berkala.

Hingga saat ini, sebanyak 48.000 liter air bersih (delapan truk tangki) telah didistribusikan ke sejumlah lokasi, meliputi Kelurahan Kalipancur, Perumahan Permata Tembalang, Griya Permata Permai, Perumahan Lestari Indah, Kelurahan Bulusan, dan Kantor BPBD.

"Kami memastikan sinergi lintas sektor antara BPBD, PDAM, hingga jajaran kewilayahan berjalan responsif. Jika ada wilayah yang mulai mengalami keterbatasan air, warga dapat melapor melalui pengurus RT/RW agar pengiriman bantuan armada tangki bisa segera kami jadwalkan," katanya.

Sedangkan untuk sektor pertanian dan irigasi, ia memastikan bahwa jajaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang terus bekerja menjaga ketersediaan pasokan air di lapangan, baik dari bendung-bendung sungai dan sendang-sendang yang ada.

"Menghadapi musim kemarau ini pasokan air irigasi masih aman. Saat ini yang dilakukan DPU Kota Semarang untuk menjamin amannya pasokan adalah menjaga bendung dan saluran irigasi dari kebocoran, sampah, serta endapan tanah sehingga aliran berjalan lancar," katanya.

Ia memaparkan pemenuhan irigasi di Kota Semarang lebih banyak mengandalkan bendung ketimbang embung sehingga keberadaan puluhan sendang di kawasan perbukitan juga dipastikan masih mengalir normal dan dapat dimanfaatkan warga sekitarnya selama kemarau.

"Karena ada potensi Hari Tanpa Hujan (HTH) dari perkiraan BMKG, saya harap seluruh masyarakat Kota Semarang untuk tetap menggunakan air secara bijak dan efisien," pungkasnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pak Kades Jadi Tersangka Pembunuhan, Dua Pelaku Lain Masih Buron

Polres Puncak Selidiki Kebakaran Kantor BPBD

Stres dan Diet Tinggi Protein Bisa Picu Bau Mulut, Ini Solusi Perawatannya

India Tekan Inflasi Bawang Lewat Jalur Kereta Khusus

Nepal Siaga Satu Gempuran Ganda Banjir Bandang dan Longsor Rusak Wilayah Perbatasan

Kuba Tegaskan Tak Menyerah Lawan Cengkeraman Ekonomi AS

Konsumsi Pertalite Melonjak 12,92 Persen Sepanjang Juli 2026, Imbas Kenaikan Pertamax Kah?

Wabah Difteri Rambah Pemukiman Padat Nigeria

Bangkit Jadi Negara Baru, Afghanistan Masih Terlilit Krisis Malnutrisi Akut

Data Desil Kacau Disorot, DPR Minta Segera Perbaiki untuk Lindungi Hak Pendidikan Masyarakat

Anita Puji Utami Kembali Terpilih Menjadi Ketua Umum Iperindo periode 2026-2030

Ikan Oarfish Terdampar di Pantai Pink Lombok, Diduga akibat Perubahan Iklim dan Gempa NTT

Ironi Abad Modern, Kelaparan di Sudan Dianggap sebagai Kegagalan Global yang Memalukan

Kelompok Houthi Ultimatum Siap Gempur Sektor Ekonomi Saudi

Daftar Sementara Susunan Pembalap MotoGP 2027: Tim Trackhouse MotoGP Duetkan Enea dan Raul

Lapor Presiden, Menteri PU: Jalan Nasional Flores 100% Sudah Terbuka

Timnas Voli Putri Indonesia Melaju ke Perempat Final AVC Continental 2026

Tarif Parkir di Jakarta Naik? Dishub DKI Tegaskan Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Hanya Usulan

Datangi Berau, Menhut Raja Antoni Pastikan Karhutla Tak Ancam Habitat Orangutan.

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.