Boneka Messi Laris Manis, Perusahaan Tiongkok Raup Untung dari Demam Piala Dunia

Kamis, 11 Jun 2026, 00:10 WIB

YIWU, TIONGKOK– Meski tim nasional Tiongkok kembali gagal tampil di Piala Dunia, euforia turnamen sepak bola terbesar dunia tetap terasa kuat di Negeri Tirai Bambu. Buktinya, para pedagang dan produsen lokal tengah menikmati lonjakan bisnis berkat tingginya permintaan suvenir, aksesori, hingga produk bertema para bintang sepak bola.

Piala Dunia 2026 akan dimulai di Amerika Utara pada hari Jumat (12/6) pagi WIB. Tiongkok tidak akan ambil bagian setelah kembali gagal lolos, membuat satu-satunya penampilan mereka di ajang tersebut masih terjadi pada tahun 2002.

Ket. Foto: Boneka Messi nomor 10 di pabrik Yiwu, Tiongkok — Sumber: AFP

Namun, absennya tim nasional tidak mengurangi minat masyarakat Tiongkok terhadap pesta sepak bola dunia. Bagi para pelaku usaha, Piala Dunia justru menjadi peluang besar untuk menjual produk yang menawarkan apa yang kini disebut sebagai “nilai emosional”.

Di sebuah pabrik di Yiwu, pusat perdagangan grosir terkenal di wilayah timur Tiongkok, boneka kecil berbentuk kambing dengan kostum nomor 10 Argentina milik Lionel Messi menjadi salah satu produk terlaris.

Boneka tersebut merupakan penghormatan kepada Messi yang dikenal dengan julukan GOAT (Greatest of All Time) atau pemain terbaik sepanjang masa.

Perusahaan pembuatnya, All Star Partner, memiliki kontrak untuk memproduksi berbagai produk resmi bermerek bersama sejumlah tim nasional, termasuk Argentina.

Menurut CEO perusahaan tersebut, Luo Bin, penjualan produk mereka meningkat lima kali lipat dibandingkan Piala Dunia 2022.

Di dalam pabrik, para pekerja memasang rantai pada boneka kambing mini berwarna biru-putih agar bisa dijadikan gantungan tas. Setelah itu, produk dikemas dan dikirim ke berbagai toko di seluruh Tiongkok.

Tidak hanya Messi, berbagai karakter lain juga diproduksi, mulai dari boneka pesepak bola yang menyerupai Cristiano Ronaldo dari Portugal, ayam berbulu dengan kostum Prancis, hingga boneka beruang mengenakan seragam Spanyol.

Luo Bin mengatakan produk tersebut awalnya berawal dari boneka beruang sederhana yang kemudian diberi kostum sepak bola dan ternyata mendapat respons luar biasa.

“Kami menjual puluhan ribu unit segera setelah produk itu diluncurkan. Saat itu kami menyadari kategori ini sangat populer,” ujarnya.

Ia mengakui gantungan boneka tersebut sebenarnya tidak memiliki fungsi praktis yang besar. Namun, menurutnya, pola konsumsi masyarakat mulai berubah.

“Mungkin karena kondisi ekonomi saat ini, pilihan orang tidak lagi selalu berdasarkan kebutuhan praktis. Mereka lebih memperhatikan nilai emosional,” kata Luo.

“Mereka ingin membeli sesuatu yang benar-benar mereka sukai, sesuatu yang membuat mereka bahagia ketika melihatnya.”

Di sebuah toko All Star Partner, para pembeli berdatangan melihat berbagai jersey, gantungan tas, gantungan kunci, mainan hewan peliharaan, hingga bantal leher bertema sepak bola.

Fang Tian, penggemar sepak bola sejak Piala Dunia 2014, melihat fenomena ini sebagai cara generasi muda mencari hiburan di tengah tekanan hidup.

“Anak muda saat ini menghadapi banyak tekanan dan mereka membutuhkan pelarian emosional maupun ekonomi,” katanya.

Boneka kambing Messi yang dijual seharga 79 yuan atau sekitar 175 ribu rupiah menjadi salah satu produk paling diminati.

“Orang Tiongkok sebenarnya sangat antusias terhadap bintang sepak bola, dan antusiasme itu bertahan lama,” ujar influencer Zhu Hui.

“Teman-teman saya bahkan rela begadang untuk menonton pertandingan.”

Menurut FIFA, saat Piala Dunia 2022 di Qatar, Tiongkok menyumbang sekitar setengah dari total penonton melalui platform digital dan media sosial meski negaranya tidak tampil di turnamen tersebut.

Shang Jianxing, penggemar berat timnas Inggris, percaya budaya sepak bola China perlahan mulai menjadi bagian dari gaya hidup.

Pria berusia 43 tahun itu telah menghadiri beberapa edisi Piala Dunia dan berencana terbang ke Amerika Serikat untuk menyaksikan laga semifinal.

Kecintaannya terhadap sepak bola bermula dari idolanya, David Beckham dan Michael Owen. Ia bahkan pernah tinggal di London Utara saat menempuh pendidikan pada 2003 hingga 2008.

Shang masih berharap Tiongkok suatu hari bisa kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia. Ia masih mengingat kekalahan telak 0-4 dari Brasil pada Piala Dunia 2002, ketika Tiongkok gagal mencetak satu gol pun dan kalah dalam seluruh pertandingan fase grup.

“Sayang sekali Tiongkok hanya pernah bermain di satu Piala Dunia, mengingat sepak bola sangat populer di sini,” ujarnya.

Namun, ia optimistis masa depan sepak bola Tiongkok akan berubah. “Saya pikir cepat atau lambat tim Tiongkok akan kembali bermain di Piala Dunia,” kata Shang.

  • Tiongkok
  • Lionel Messi
  • Piala Dunia 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.