Rehabilitas Mangrove Perkuat Ekonomi Pesisir
Rabu, 10 Jun 2026, 08:35 WIBBEKASIâ Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Hankook Tire Indonesia kembali menggelar kegiatan penanaman pohon mangrove di Desa Pantai Sederhana, Muara Gembong, Bekasi Utara, pada 8 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung restorasi ekosistem pesisir yang terus menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob.
Program penanaman mangrove ini telah dijalankan secara konsisten setiap tahun sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pelestarian lingkungan nasional. Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan tercatat telah menanam sebanyak 13.000 bibit mangrove di kawasan Muara Gembong.
Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, Jung Jinkyun, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda utama perusahaan dalam memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekaligus masyarakat sekitar wilayah operasional.
"Kegiatan penanaman mangrove ini masih menjadi salah satu agenda utama Hankook sebagai wujud komitmen kami dalam memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar wilayah operasional kami. Melalui inisiatif ini, kami juga mendorong kolaborasi antara karyawan dan masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir," ujarnya.
Ia menambahkan, langkah yang dilakukan secara konsisten setiap tahun diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, baik dalam menjaga lingkungan maupun mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir di masa mendatang.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 yang mendorong percepatan restorasi ekosistem mangrove di Indonesia. Selain berfungsi sebagai mitigasi dampak perubahan iklim, rehabilitasi mangrove dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana di kawasan pesisir.
Indonesia sendiri memiliki sekitar 23 persen dari total ekosistem mangrove dunia. Kawasan ini menjadi habitat bagi lebih dari 200 spesies ikan dan menyimpan sekitar 17 persen cadangan karbon biru global. Meski luas kawasan mangrove nasional meningkat dari sekitar 3,44 juta hektare pada 2024 menjadi 3,45 juta hektare pada 2025, ancaman degradasi akibat alih fungsi lahan dan pencemaran lingkungan masih menjadi tantangan.
Karena itu, upaya rehabilitasi seperti penanaman mangrove dinilai penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir.
Sebelum melakukan penanaman, peserta kegiatan terlebih dahulu mengikuti sesi edukasi mengenai jenis dan manfaat mangrove. Dalam sesi tersebut dijelaskan bahwa mangrove tidak hanya berfungsi menahan abrasi dan melindungi garis pantai, tetapi juga menjadi habitat bagi berbagai biota laut, termasuk ikan dan udang yang menjadi sumber mata pencaharian nelayan.
Selain manfaat ekologis, mangrove juga memiliki nilai ekonomi. Tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai produk seperti keripik dan sirup, serta berpotensi dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Donny Arief Budiman, mengapresiasi konsistensi perusahaan dalam menjalankan kegiatan pelestarian lingkungan tersebut.
"Seperti yang kita ketahui, banjir rob masih menjadi tantangan di wilayah Muara Gembong dari tahun ke tahun akibat abrasi dan perubahan garis pantai. Upaya rehabilitasi ekosistem pesisir seperti ini memiliki peran penting dalam mendukung perlindungan kawasan dan keberlanjutan lingkungan masyarakat sekitar," katanya.
Menurut Donny, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan kawasan pesisir yang terdampak.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2024, program penanaman mangrove ini menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui berbagai inisiatif lingkungan, perusahaan juga berupaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam penanganan perubahan iklim dan pelestarian ekosistem laut.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
BGN Selidiki Dugaan Ompreng MBG Mengandung Minyak Babi
-
Menkop Dukung Koperasi untuk Kelola SPBU Nelayan
-
Heartology Hadirkan Teknik Zero-Fluoroscopy untuk Penanganan Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Radiasi
-
Jakarta Light Festival 2026: Semarak Imlek dan Instalasi Cahaya di Bundaran HI
-
Lestarikan Ekosistem Pesisir, PLN EPI Tingkatkan Kapasitas Warga Pesisir dalam Mengelola Mangrove
-
Jakarta Pertamina Enduro kalahkan Jakarta Electric PLN Mobile
-
Sudah Berjalan Setahun, Keracunan MBG Tak Berhenti. Ini Bisa Melemahkan Daya Tahan Siswa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.