Tak Mau Gagal Panen, Petani Lebak Andalkan Alkon Aliri 2.000 Hektare Sawah

Jumat, 14 Agu 2026, 21:30 WIB

LEBAK – Penggunaan mesin alkon untuk mengaliri areal persawahan menjadi solusi cepat menghadapi keterbatasan air, terutama saat musim kemarau.

Pompa memungkinkan air dari sungai, sumur, atau sumber terdekat dialirkan ke lahan yang sulit terjangkau irigasi konvensional, sehingga membantu menjaga kontinuitas tanam dan produksi.

Ket. Foto: Areal persawahan di wilayah Lebak selatan teraliri pasokan air menggunakan mesin pompa alkon dengan menyedot air permukaan sungai. — Sumber: ANTARA/ Mansyur

Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada ketersediaan sumber air, biaya bahan bakar, kapasitas pompa, dan pengelolaan distribusi, sehingga pompanisasi perlu dipadukan dengan tata kelola irigasi yang efisien.

‎Seluas 2.000 hektare areal persawahan pada musim tanam ketiga Agustus 2026 di Kabupaten Lebak, Banten menggunakan mesin pompa alkon yang dapat mengaliri pasokan air ke areal di daerah itu.

‎Kepala Seksi Operasi dan Pemiliharaan UPTD Pengelolahan DAS Cibaliung Cisawarna Banten Kuncoro di Lebak, Jumat (14/8), mengatakan petani di wilayah Lebak bagian Banten Selatan pada musim tanam ke 3 seluas 2.000 hektare dengan usia tanam antara 20-30 hari setelah tanam dengan menggunakan sistem pompa alkon yang menyedot air permukaan sungai.

‎Sebab, saat ini memasuki musim kemarau panjang dan berdampak terhadap menurunnya debit air sungai.

‎Oleh karena itu, petani terpaksa menggunakan mesin pompa alkon guna memenuhi ketersediaan air.

‎"Kami minta petani yang memanfaatkan air irigasi harus saling bergantian agar terpenuhi persediaan pasokan air," katanya menjelaskan.

‎Menurut dia,petani di wilayah kerjanya terdapat tujuh daerah irigasi (DI) antara lain DI Cibinuangeun, DI Cikoncang, DI Cilangkahan I, DI Cipalabuh DI Cikamunding, DI Cisiih dan DI Cikapendak.

‎Potensi areal tanam di wilayah itu seluas 13 ribu hektare dan menjadi andalan pendapatan pangan masyarakat.

‎Dengan demikian, pihaknya kini melakukan pembangunan bendungan yang jebol akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu pada DI Cisiih.

‎Selain itu juga DI Cibinuangeun dan DI Cilangkahan 1 masuk inpres nomor 2 tahun 2025 untuk percepatan pembangunan dan pemeliharaan irigasi.

‎"Kami setiap hari rutin melakukan pemeliharaan daerah irigasi, namun saat ini adanya penurunan debit air akibat kemarau panjang," katanya menjelaskan.

‎Sementara itu, sejumlah petani Malingping Kabupaten Lebak mengatakan bahwa petani diwilayahnya memasuki musim tanam ke 3 menggunakan mesin pompa alkon dengan menyedot air permukaan sungai.

‎Penggunaan mesin pompa alkon dengan sistem patungan secara gotong royong petani untuk membeli bahan bakar minyak (BBM).

‎"Kami berharap tanam Agustus bisa panen Oktober mendatang dengan sistem mesin pompa alkon," kata Hanapi, seorang petani Malingping Kabupaten Lebak.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.