IHSG Hari Ini Melonjak 1,59 Persen, Pasar Sambut Optimistis Target Ekonomi Prabowo

Jumat, 14 Agu 2026, 21:25 WIB

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan respons positif investor terhadap kombinasi target pertumbuhan ekonomi 6 persen dan komitmen mempersempit defisit fiskal pada 2027.

Pasar menangkap sinyal bahwa pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi ekonomi dan disiplin anggaran, sehingga meningkatkan kepercayaan terhadap prospek investasi.

Ket. Foto: Ilustrasi - Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto.

Namun, sentimen positif ini perlu dikonfirmasi oleh realisasi pertumbuhan, kualitas belanja, serta konsistensi pengelolaan fiskal, bukan berhenti pada optimisme atas target RAPBN.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8) sore, ditutup menguat 100,12 poin atau 1,59 persen ke posisi 6.401,89 signifikan, dikarenakan pelaku pasar merespons target disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 2027.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,12 poin atau 0,82 persen ke posisi 632,28.

"Defisit yang menyempit, ditambah adanya ekspektasi akan pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar enam persen, tentu memenuhi ekspektasi harapan pelaku pasar dan investor," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico saat dihubungi di Jakarta.

Menurut Nico, terdapat laporan yang menarik dalam pidato Presiden Prabowo Subianto pada Jumat ini, yang mana pemerintah menargetkan untuk mempersempit defisit anggaran pada 2027, setelah adanya pengeluaran yang cukup besar untuk menjalankan program-program prioritas pada tahun ini.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan defisit dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027 ditargetkan sebesar 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau menurun dari APBN 2026 yang sebesar 2,68 persen terhadap PDB.

Adapun pembiayaan anggaran pada 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun, menurun dari rencana pembiayaan pada APBN 2026 yang sebesar Rp689,1 triliun.

"Hal ini yang membuat IHSG pada akhirnya mampu ditutup menguat 1,59 persen, yang mana ini juga harapan dari pelaku pasar dan investor asing yang khawatir terhadap disiplin fiskal kita. Menariknya, Pak Prabowo (Subianto) juga mengatakan bahwa disiplin fiskal harus ada dalam setiap rupiah yang dibelanjakan," ujar Nico.

Kemudian, belanja negara pada 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, atau naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026. Di sisi lain, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun di APBN 2026.

Sementara, inflasi pada 2027 akan dijaga pada kisaran 2,5 persen, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun diperkirakan 6,9 persen, serta nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Selanjutnya, harga minyak mentah Indonesia diperkirakan 75 dolar AS per barel, lifting minyak ditargetkan 610.000 barel per hari, dan lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari.

Dengan pertumbuhan yang lebih kuat dan APBN yang efektif, kemiskinan pada 2027 ditargetkan turun ke rentang 6,0 sampai 6,5 persen, dibandingkan target APBN 2026 yang sebesar 6,5 sampai 7,5 persen.

Adapun tingkat pengangguran terbuka tahun 2027 ditargetkan turun ke rentang 4,30 sampai 4,87 persen, turun dari 4,44 sampai 4,96 persen di tahun 2026. Selain itu, rasio gini ditargetkan membaik menjadi 0,362 sampai 0,367 dari target tahun ini 0,377 sampai 0,380, serta indeks modal manusia meningkat menjadi 0,575.

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat dipimpin sektor energi yang naik sebesar 2,6 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor infrastruktur yang naik masing-masing sebesar 1,55 persen dan 1,53 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu TEBE, YPAS, AGAR, STAR, dan BYAN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni BAIK, BABY, GRPM, DART dan BACH.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.729.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,12 miliar lembar saham senilai Rp12,43 triliun. Sebanyak 354 saham naik, 277 saham menurun dan 332 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 0,62 persen ke 68.732,00, indeks Shanghai menguat 0,01 persen ke 3.927,18, indeks Hang Seng menguat 1,10 persen ke 25.116,85, indeks Kospi menguat 2,42 persen ke 6.977,97, dan indeks Straits Times menguat 0,14 persen ke 5.727,79.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.