PT KAI: Angkutan Peti Kemas Tumbuh 19,35 Persen hingga Mei 2026

Rabu, 10 Jun 2026, 14:38 WIB

JAKARTA - Layanan angkutan peti kemas PT Kereta Api Indonesia (KAI) tumbuh sebesar 19,35 persen pada 2026. Volume muatan tersebut meningkat sebanyak 393.720 ton jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode sebelumnya.

Total tonase barang yang berhasil diangkut oleh perusahaan tersebut mencapai 2.428.471 ton hingga akhir Mei. Perusahaan tersebut hanya mencatatkan muatan barang sebesar 2.034.751 ton pada jangka waktu tahun lalu.

Ket. Foto: — Sumber: Humas KAI Logistik

"Pertumbuhan angkutan peti kemas menunjukkan meningkatnya aktivitas distribusi barang di berbagai sektor. Kereta api hadir untuk memastikan arus logistik berlangsung secara terjadwal, efisien, dan mampu mendukung kebutuhan dunia usaha maupun masyarakat," ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangannya, Selasa (9/6).

Kajian dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) mencatat biaya logistik nasional sebesar 14,29 persen. Pemerintah menargetkan angka biaya logistik tersebut mampu turun menjadi delapan persen pada tahun 2045.

Ekonomi nasional Indonesia dilaporkan tumbuh sebesar 5,12 persen sepanjang periode tahun 2025 yang lalu. Laju kenaikan volume angkutan barang kereta api menunjukkan pergerakan hampir empat kali lipat lebih tinggi.

Lembaga World Bank mengumumkan bahwa lebih dari 80 persen komoditas perdagangan global dikirim lewat laut. Pengiriman peti kemas menyumbang sekitar 35 persen dari seluruh volume perdagangan global saat ini.

Wadah peti kemas membawa lebih dari 60 persen nilai transaksi perdagangan global saat ini. Fakta tersebut membuktikan kelancaran pergerakan kontainer mampu mendorong keaktifan dari seluruh aktivitas ekonomi dunia.

Setiap peti kemas yang melintas membawa bahan baku penting untuk berbagai sektor industri manufaktur. Komoditas tersebut dikirimkan langsung menuju pelabuhan guna mendukung kelancaran ekspor barang ke pasar internasional.

Kelancaran proses distribusi barang tersebut berkontribusi sangat besar terhadap peningkatan efisiensi biaya logistik nasional. Langkah strategis tersebut terbukti mampu menjaga ketersediaan pasokan barang penting untuk mendukung ekonomi daerah.

Penggunaan angkutan peti kemas berbasis rel juga membantu meningkatkan kapasitas dari sistem transportasi nasional. Kereta api mampu mengangkut muatan barang dalam volume besar hanya dalam satu kali perjalanan.

Layanan transportasi rel ini mendukung distribusi yang lebih efektif untuk menghubungkan berbagai kawasan industri. Perusahaan terus membangun sistem konektivitas logistik strategis antara wilayah pusat industri dan pelabuhan utama.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, turut menjelaskan perkembangan layanan logistik tersebut. Kelancaran arus perpindahan barang logistik mencerminkan tingkat keaktifan dari seluruh aktivitas distribusi ekonomi nasional.

"Logistik yang kuat akan memperkuat ekonomi. Karena itu KAI terus mengembangkan layanan peti kemas agar mampu mendukung konektivitas kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan yang menjadi simpul penting pertumbuhan ekonomi nasional," kata Wisnu Pramudya. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.