- Home
-
- Luar Negeri
-
- Xi Jinping dan Kim Jong Un...
Xi Jinping dan Kim Jong Un Berjanji Antarkan Era Baru Hubungan Tiongkok-Korut
Selasa, 09 Jun 2026, 15:20 WIBSEOUL â Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Tiongkok Xi Jinping telah sepakat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang, berjanji untuk mengantarkan era baru dalam hubungan bilateral, demikian dilaporkan media pemerintah Pyongyang, Selasa (9/6).
Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang disiarkan Yonhap, Kim dan Xi mencapai kesepakatan tersebut selama pertemuan puncak di Pyongyang sehari sebelumnya, saat pemimpin Tiongkok itu melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara.
Menurut laporan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk menempatkan hubungan persahabatan kedua negara "pada landasan yang lebih kokoh" dan memperluas kerja sama di bidang politik, ekonomi, budaya, dan bidang lainnya.
Kim dan Xi sepakat untuk "lebih memperkuat komunikasi strategis melalui kunjungan tingkat tinggi antara kedua partai dan kedua negara ... untuk membuka babak baru perkembangan hubungan Korea Utara-Tiongkok," kata KCNA.
DPRK adalah singkatan dari Republik Demokratik Rakyat Korea, nama resmi Korea Utara.
Korea Utara dan Tiongkok juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk saling mendukung kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan masing-masing.
Kim mengatakan, memperkuat hubungan dengan Tiongkok adalah "pekerjaan strategis prioritas utama terpenting" negaranya dan sesuatu yang ia berkomitmen untuk laksanakan.
Pyongyang akan melakukan "segala upaya untuk memperkuat hubungan bilateral menjadi model hubungan antara negara-negara sosialis dan menjadi hubungan strategis yang istimewa, tulus, dan solid," katanya, menyebutnya sebagai "pilihan dan keinginan kami yang tak tergoyahkan."
Kunjungan Xi dilakukan ketika kedua negara berupaya memulihkan hubungan mereka yang tetap dingin di tengah kedekatan Korea Utara dengan Russia. Kim dan Xi terakhir kali mengadakan pembicaraan di Beijing pada bulan September.
Para ahli mengatakan, dengan kunjungan Xi, Tiongkok, sekutu tradisional dan penyokong ekonomi Korea Utara, tampaknya berupaya menegaskan kembali pengaruhnya di Korea Utara.
Kim mencatat, pilihan Xi untuk menjadikan Pyongyang sebagai tujuan luar negeri pertamanya tahun ini menggarisbawahi betapa Beijing menghargai hubungan tersebut.
"Kunjungan Anda ke Pyongyang sebagai perjalanan luar negeri pertama tahun ini merupakan ungkapan prioritas utama Anda terhadap persahabatan Korea Utara-Tiongkok, serta dukungan yang paling menggembirakan bagi rakyat Korea," kata Kim seperti dikutip oleh KCNA.
Xi menegaskan kembali dukungan Tiongkok untuk Korea Utara dan tekadnya untuk "membela kepentingan bersama kedua belah pihak dan lingkungan strategis yang baik, apa pun perubahan situasi internasionalnya."
Kedua pihak sepakat untuk lebih memperkuat komunikasi melalui kunjungan tingkat tinggi, memperluas pertukaran dan kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan budaya, serta bersama-sama membela kedaulatan dan keamanan masing-masing," menurut laporan tersebut.
Pertemuan di Pyongyang berlangsung "pada tingkat strategis baru," kata KCNA. Kunjungan tersebut juga bertepatan dengan "tahun penting yang menandai peringatan ke-65 penandatanganan Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik antara Korea Utara dan Tiongkok."
Yang sangat mencolok adalah tidak adanya penyebutan isu nuklir atau situasi yang lebih luas di Semenanjung Korea. Baik KCNA maupun Kantor Berita Tiongkok Xinhua tidak menyinggung kedua hal tersebut. Ketika Xi terakhir kali mengunjungi Pyongyang pada tahun 2019, ia menyebutkan bahwa Tiongkok akan berupaya menuju denuklirisasi Semenanjung Korea.
Media pemerintah Tiongkok melaporkan pada hari Senin (8/6) bahwa Xi menyerukan kerja sama yang lebih kuat dengan Korea Utara di bidang diplomasi, penegakan hukum, dan militer.
Pada hari Selasa (9/6), Kim dan Xi memberikan penghormatan di Menara Persahabatan, sebuah monumen untuk menghormati tentara Tiongkok yang bertempur bersama pasukan Korea Utara selama Perang Korea 1950-1953 dan simbol aliansi antara kedua negara, seperti yang dilaporkan Xinhua.
Keduanya didampingi oleh istri mereka, Ri Sol-ju dan Peng Liyuan.
Di menara tersebut, Xi mengatakan bahwa kedua negara "harus meneruskan persahabatan tradisional mereka yang agung dari generasi ke generasi," menurut laporan tersebut.
- Tiongkok-Korea Utara
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Pemkab Bandung Siapkan PSEL di Margaasih untuk Atasi Gunungan Sampah
-
6 Tahun Terhenti, Layanan Kereta Penumpang Tiongkok-Korea Utara Kembali Beroperasi
-
Durian Rejang Lebong Disiapkan Jadi Ikon, Pemprov Bengkulu Restui Festival Rutin
-
Bapanas Tegaskan Ketahanan Pangan RI Kuat, Mayoritas Produksi Dalam Negeri
-
BMKG: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Minggu Pagi hingga Sore
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.