Bapanas Tegaskan Ketahanan Pangan RI Kuat, Mayoritas Produksi Dalam Negeri

Minggu, 12 Apr 2026, 11:52 WIB

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan ketahanan pangan strategis Indonesia dalam kondisi kuat karena mayoritas kebutuhan konsumsi masyarakat dipenuhi dari produksi dalam negeri, sehingga mampu menjaga stabilitas pasokan dan ketersediaan nasional di tengah geopolitik dan ancaman El Nino.

"Ketahanan pangan pokok strategis Indonesia tergolong kuat. Ini mengacu pada sebagian besar atau mayoritas kebutuhan konsumsi masyarakat ditopang dari produksi dalam negeri," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Ket. Foto: Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa. — Sumber: ANTARA

Dia menyampaikan dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 yang disusun Bapanas bersama kementerian/lembaga terkait, dari total 10 jenis pangan pokok strategis, hanya tiga komoditas yang membutuhkan importasi.

Sementara komoditas seperti beras, jagung, bawang merah, cabai, daging ayam ras, telur ayam ras, dan gula diproyeksikan tidak ada importasi untuk kebutuhan konsumsi.

"Berdasarkan data Proyeksi Neraca Pangan, kita ada minimal 10 (komoditas produksi dalam negeri)," ujarnya.

Ia menjelaskan produksi beras nasional menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan capaian tahun sebelumnya mencapai 34,7 juta ton. Kondisi itu diperkuat stok awal tahun atau carry over stock tahun 2026 yang mencapai sekitar 12 juta ton.

Pemerintah menargetkan peningkatan ketersediaan beras secara nasional pada 2026, dengan proyeksi carry over stock ke 2027 bisa mencapai hingga 16 juta ton. Angka tersebut dinilai besar dan mencerminkan ketahanan pangan yang semakin kuat.

Perhitungan itu berasal dari stok awal 2026 sebesar 12,4 juta ton ditambah proyeksi produksi tahunan 34,7 juta ton, lalu dikurangi kebutuhan konsumsi setahun 31,1 juta ton, sehingga stok akhir tahun 2026 diperkirakan 16 juta ton.

Pemerintah memantapkan komitmen keberpihakan pada petani padi dengan menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan penyerapan gabah.

Sementara itu, stok beras yang dikelola Bulog dipastikan nihil impor karena sejak tahun 2025 sepenuhnya dipasok dari penyerapan gabah setara beras hasil panen petani Indonesia.

"Cadangan beras kita di Bulog sekarang ini mencapai lebih 4 juta ton. Kita akan menyerap lagi sampai 4 juta ton. Artinya dari sisi produksi, gabahnya sangat bagus," jelas Ketut.

Selain beras, jagung pakan juga dapat dikatakan telah swasembada karena Indonesia sudah setop impor jagung pakan sejak tahun 2025. Pangan pokok lain yang juga telah mampu dipenuhi dari panen dalam negeri antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, cabai, dan bawang merah.

"Kita hanya mengimpor dua atau tiga yang dominan. Kedelai dan bawang putih, lalu daging sapi tapi tidak dominan," tambah dia.

Kendati demikian, Ketut memastikan pemerintah akan berupaya meningkatkan produksi pangan dalam negeri, termasuk pangan pokok strategis yang belum berdikari. Kementerian Pertanian sudah memulai akselerasi untuk hal tersebut.

"Kita sudah mulai produksi dan Bapak Menteri Pertanian akan bergerak terus. Bagaimana bawang putih, kemudian termasuk juga penguatan produksi kedelai, susu, dan lain sebagainya," jelas Ketut.

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia sudah meraih swasembada pangan, yakni pangan yang menjadi sumber karbohidrat dan protein.

Capaian itu menegaskan produksi pangan dalam negeri mampu menopang kebutuhan konsumsi nasional tanpa bergantung pada impor.

"Pangan kita ini sudah swasembada pangan, protein dan karbohidrat. Jadi pangan yang dibutuhkan tubuh itu protein dan karbohidrat. Kita sudah swasembada hari ini," kata Amran Sulaiman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta (7/4).

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.