- Home
-
- Luar Negeri
-
- Helikopter AH-64 Apache AS...
Helikopter AH-64 Apache AS Jatuh Dekat Selat Hormuz, Trump Sebut Pilot Selamat
Selasa, 09 Jun 2026, 17:35 WIBNEW YORK CITY - Sebuah helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat dilaporkan jatuh di dekat Selat Hormuz pada hari Senin (8/6), dan kedua awaknya berhasil diselamatkan dengan selamat, menurut dua orang yang diberi informasi tentang insiden tersebut.Â
Dari The New York Times, belum jelas apakah helikopter Apache tersebut ditembak jatuh oleh tembakan Iran, mengalami kerusakan mekanis, atau mengalami masalah lain, kata salah satu sumber yang berbicara dengan syarat anonim dan mengatakan insiden tersebut sedang diselidiki.
Insiden itu terjadi setelah beberapa hari di mana permusuhan di wilayah tersebut meningkat dan kemudian mereda, ketika Israel dan Iran saling melancarkan serangan militer sebelum mundur, contoh terbaru dari sifat gencatan senjata yang rapuh.
Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada Selasa pagi bahwa para awak dalam keadaan baik-baik saja. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut, mengatakan bahwa laporan tentang insiden tersebut akan segera dikeluarkan.
Komando Pusat militer tidak menanggapi permintaan komentar.
Militer AS telah menggunakan Apache, serta drone MQ-9 Reaper bersenjata dan pesawat serang F/A-18 dan F-35, sebagai bagian dari upaya agresif Komando Pusat untuk menantang penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran terhadap sebagian besar lalu lintas komersial.
Iran telah menembak jatuh sekitar 30 pesawat tak berawak Reaper, dan sejumlah jet tempur AS telah hilang akibat tembakan musuh dan kawan sendiri sejak perang dimulai pada 28 Februari. Namun ini akan menjadi Apache pertama yang hilang dalam konflik tersebut.
Bulan lalu, Komando Pusat memposting gambar di media sosial yang menunjukkan Laksamana Brad Cooper, kepala komando tersebut, terbang di atas perairan di dalam atau dekat selat menjelang upaya Angkatan Laut AS untuk membantu memandu kapal-kapal komersial melalui selat tersebut, sebuah operasi singkat yang disebut Proyek Freedom.
Helikopter tempur AH-64 Apache, yang dipersenjatai dengan rudal Hellfire, adalah salah satu jenis pesawat paling menakutkan yang beroperasi di wilayah tersebut. Mereka berpatroli di jalur air strategis tersebut sebagian untuk mencegah serangan kapal kecil dan untuk menembak jatuh drone.
 Namun, helikopter-helikopter tersebut semakin mendekati wilayah Iranâtermasuk pulau-pulau yang dikuasai Iran di selat dan Teluk Persiaâsebagai bagian dari sikap agresif yang dipertahankan Komando Pusat bahkan ketika Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam negosiasi yang tidak menentu untuk membuka kembali selat tersebut.
Sebagai tanggapan terhadap blokade Iran, Amerika Serikat memberlakukan blokade sendiri pada 13 April, melarang kapal-kapal komersial memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran. Sejak itu, kapal-kapal militer AS telah mengusir 134 kapal.
Angkatan Laut telah melumpuhkan tujuh kapal lain yang mengabaikan peringatan Amerika untuk berbalik, termasuk sebuah kapal tanker minyak berbendera Palau saat berlayar melalui perairan internasional di Teluk Oman menuju Iran pada hari Senin, kata Komando Pusat dalam sebuah pernyataan.
Pada bulan April, dua awak pesawat tempur F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh oleh Iran diselamatkan setelah melontarkan diri dari pesawat mereka yang rusak dan mendarat jauh di wilayah musuh.
- AH-64 Apache
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
AS Nonaktifkan Skuadron Helikopter Serang Apache Dekat Perbatasan Korea Utara - Kemajuan Perang Drone Meragukan Kelayakan Operasinya
-
BMKG: Intensitas Hujan Jabodetabek Hari Ini Menurun
-
Jepang Mengganti Helikopter Serang Apache dengan Drone Tempur
-
Dinas Pendidikan Manggarai Barat Terapkan Kurikulum Muatan Lokal untuk Dekatkan Siswa pada Budaya
-
PT KAI: Untuk Dukung Energi Hijau Seluruh Lokomotif KAI Gunakan Biosolar B40
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.