Gempa Dahsyat Filipina Picu Kepanikan hingga RI

Selasa, 09 Jun 2026, 01:00 WIB

Manila – Kantor Pertahanan Sipil Filipina (Office of Civil Defense/OCD) masih memverifikasi laporan korban akibat gempa bumi bermagnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah Maasim, Sarangani, dan sejumlah provinsi di sekitarnya pada Senin (8/6).

Dikutip dari Antara, Wakil Juru Bicara OCD, Diego Agustin Mariano, mengatakan laporan sementara menunjukkan sedikitnya 32 orang meninggal dunia. Sebanyak 16 korban berasal dari wilayah Soccsksargen dan tiga lainnya dari kawasan Davao.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: USGS - KJ/ONES/AND - AFP

Korban meninggal di Soccsksargen terdiri atas 10 orang di Kota General Santos, tiga orang di Glan, Sarangani, dua orang di Tupi, Cotabato Selatan, dan satu orang di Malapatan, Sarangani. Sementara itu, tiga korban di wilayah Davao berasal dari Davao Occidental.

"Jumlah korban tewas masih terus kami validasi," kata Mariano.

Selain korban jiwa, pemerintah Filipina mencatat 129 orang mengalami luka-luka di Soccsksargen dan lima orang di wilayah Davao. Sebanyak 12 warga di Kota General Santos masih dinyatakan hilang.

Untuk sementara, otoritas belum memiliki data pasti mengenai jumlah bangunan dan infrastruktur yang rusak akibat gempa.

"Untuk bangunan dan infrastruktur rusak, sementara ini kami belum ada jumlahnya," ujar Mariano.

Menyusul bencana tersebut, Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) mengaktifkan protokol bantuan kemanusiaan dan tanggap darurat bencana.

Juru Bicara AFP Kolonel Francel Margareth Padilla mengatakan koordinasi terus dilakukan bersama OCD, Dewan Penanggulangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC), dan pemerintah daerah.

"Dengan berkoordinasi bersama OCD, Dewan Penanggulangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) dan pemerintah daerah terkait terus dilakukan. Satuan AFP di daerah terdampak telah diarahkan untuk siap siaga dan respons cepat," kata Padilla.

Menurutnya, seluruh satuan AFP di Mindanao telah berada dalam status siaga tinggi dan siap mendukung operasi pencarian, penyelamatan, serta evakuasi korban.

AFP juga menyiapkan dukungan penilaian kerusakan, transportasi, komunikasi, layanan medis, hingga distribusi bantuan logistik.

"Kami berkoordinasi erat dengan OCD dan otoritas setempat untuk memastikan kemampuan AFP dikerahkan ke wilayah yang paling membutuhkan dan dapat memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat terdampak," ujarnya.

Prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan korban, menjamin keselamatan warga, dan mempercepat pemulihan kondisi pascabencana.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat di lepas pantai Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, dan sempat memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah pesisir.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina melaporkan serangkaian gelombang tsunami teramati setelah gempa, dengan ketinggian maksimum mencapai 1,48 meter. Gelombang tsunami juga terdeteksi di Indonesia dan Jepang.

Gempa bawah laut tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 55 kilometer.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. menginstruksikan masyarakat untuk mengikuti arahan otoritas dan segera mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.

Rekaman pascagempa menunjukkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan hingga roboh di Kota General Santos yang berada dekat pusat gempa. Operasional Bandara Internasional General Santos juga sempat dihentikan sementara dan sejumlah penerbangan dibatalkan.

Di Davao Occidental, video dari sebuah sekolah memperlihatkan para siswa menangis saat guncangan kuat berlangsung selama beberapa detik.

Dampak hingga Indonesia

Dampak gempa juga dirasakan di Indonesia. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, melaporkan sedikitnya 11 rumah warga mengalami kerusakan ringan.

Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti gudang pelabuhan di Essang dan pagar rumah sakit juga mengalami kerusakan ringan.

Dua warga Kecamatan Rainis sempat mendapat perawatan di puskesmas akibat syok setelah gempa, namun telah dipulangkan dalam kondisi membaik.

Sekretaris BPBD Kepulauan Talaud, Fretsli Ontorael, mengatakan situasi saat ini telah kembali kondusif dan masyarakat mulai beraktivitas normal.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.