IDI Ungkap 73 Persen Penderita Diabetes di Indonesia Belum Terdiagnosis
Kamis, 23 Jul 2026, 16:55 WIBJAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat mayoritas penderita diabetes di Indonesia belum terdiagnosis hingga mengalami komplikasi serius. "Diabetes berkembang perlahan tanpa gejala khas sehingga banyak pasien baru mengetahui penyakitnya setelah muncul komplikasi,â kata Humas IDI dr. Makky Zamzami, Kamis (23/7).
Ia mengatakan, rendahnya kesadaran masyarakat memeriksa kesehatan secara rutin menjadi penyebab utama peningkatan kasus diabetes setiap tahunnya nasional. âJumlah penderita diperkirakan terus bertambah karena masyarakat sering mengabaikan gejala awal dan terlambat melakukan pemeriksaan kesehatan,â ujar dia
Selain itu, riwayat keluarga meningkatkan risiko diabetes, kemudian diperparah pola makan tinggi gula serta minim aktivitas fisik. âAnak dengan kedua orang tua penyandang diabetes memiliki risiko jauh lebih besar, terutama bila menjalani gaya hidup tidak sehat,â ucap dia.
Untuk itu, ia mengingatkan gejala awal diabetes meliputi sering haus, mudah lapar, serta kerap buang air kecil berlebihan setiap hari. Bahkan, pemeriksaan gula darah berkala jauh lebih akurat dibanding pemeriksaan urine untuk mendeteksi diabetes sejak dini secara tepat.
Dia mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), membatasi konsumsi gula, serta berolahraga rutin setiap hari. Menurut dia, deteksi dini mampu mencegah komplikasi berat pada jantung, ginjal, mata, maupun organ penting lainnya sehingga kualitas hidup terjaga.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan mengintegrasikan layanan skrining retina bagi penyandang diabetes di Puskesmas sebagai upaya mencegah kebutaan akibat retinopati diabetik. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas deteksi dini komplikasi diabetes yang selama ini masih banyak tidak terdiagnosis.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pemerintah tidak hanya berfokus mengendalikan diabetes. Namun, juga mencegah berbagai komplikasi yang timbul dari penyakit tersebut. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Harga Minyak Dunia Melonjak 5 Persen, AS Cabut Lisensi Minyak Iran dan Ketegangan Hormuz Memanas
-
Penerapan mandatori biodiesel B50
-
Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik
-
Bank Dunia Pangkas Target Pembiayaan Iklim
-
Direksi Baru KPEI Resmi Bertugas, Tantangan Pasar Modal Menanti
-
Setelah AGI, Dunia Harus Siap Hadapi Era AI Super yang Lebih Cerdas dari Manusia
-
BMKG Nyatakan Gempa M6,8 di Jepang Tak Timbulkan Tsunami di Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.