Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Senin, 08 Jun 2026, 01:00 WIBImplementasi IEU-CEPA juga berpotensi menarik investasi, mendorong pengembangan industri bernilai tambah, serta mempercepat diversifikasi pasar ekspor RI.
Jakarta â Ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing ekspor nasional. Kesepakatan ini akan membuka akses pasar Uni Eropa yang lebih luas melalui penghapusan tarif pada sebagian besar produk Indonesia, sehingga produk nasional dapat bersaing lebih kompetitif.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga implementasinya mulai berlaku pada awal 2027.
âKami menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027,â kata Airlangga, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Minggu (7/6).
Target tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Airlangga dan Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, di sela rangkaian Brussels Economic Security Forum di Brussels pada Jumat (5/6).
Kedua pihak sepakat mendorong penyelesaian seluruh tahapan yang diperlukan agar ratifikasi berjalan sesuai jadwal. Pembahasan juga mencakup persiapan menjelang kunjungan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, ke Indonesia.
IEU-CEPA dinilai menjadi instrumen penting untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa. Salah satu manfaat utama perjanjian ini adalah penghapusan tarif pada sekitar 98 persen pos tarif perdagangan.
Bagi Indonesia, kesepakatan tersebut membuka akses pasar yang lebih luas melalui fasilitas tarif nol persen untuk sebagian besar produk ekspor nasional. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Eropa sekaligus mendorong pertumbuhan ekspor.
Selain membahas IEU-CEPA, Airlangga dan Maros juga mendiskusikan program Global Gateway Uni Eropa yang diarahkan untuk mendukung proyek-proyek strategis, termasuk investasi dan pengembangan sektor mineral kritis.
Diversifikasi Pasar
Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai realisasi berbagai perjanjian dagang internasional dapat memperkuat upaya diversifikasi pasar ekspor Indonesia ke negara-negara nontradisional.
Menurut Bhima, IEU-CEPA membuka peluang ekspor produk berkelanjutan seperti baja hijau hingga komoditas perkebunan yang memenuhi standar lingkungan Uni Eropa.
âPemanfaatan pasar Eropa melalui IEU-CEPA dengan standar emisi yang ketat menjadi peluang seperti baja hijau hingga produk perkebunan dengan pemenuhan syarat EUDR,â katanya.
Selain Uni Eropa, Bhima menilai Indonesia juga memiliki peluang memperluas perdagangan melalui kerja sama dengan Tunisia, Peru, Russia, serta negara-negara di kawasan Pasifik.
âPengembangan pasar nontradisional ekspor yang paling mendesak salah satunya Amerika Tengah dan Selatan, Rusia, Tunisia, hingga Kepulauan Pasifik seperti Solomon, Fiji, dan Vanuatu,â ujarnya.
Ia juga menyarankan Indonesia terus meningkatkan kualitas dan diversifikasi produk ekspor nonmigas agar lebih kompetitif di pasar global, termasuk produk modul panel surya dan bahan baku kosmetik.
Senada, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal, menilai daya saing menjadi faktor utama agar Indonesia mampu mempertahankan dan memperluas pasar ekspor di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Menurut Faisal, pengalihan rantai pasok dan pasar ekspor akan semakin dipengaruhi oleh biaya logistik serta berbagai hambatan perdagangan, baik tarif maupun nontarif.
âFaktor yang berpengaruh sekali di sini adalah biaya logistik dan bagaimana hambatan perdagangan yang diterapkan oleh pasar-pasar baru, baik hambatan tarif maupun nontarif. Itu yang menentukan,â ujarnya.
- Perjanjian Dagang
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Keseruan Aki-aki & Nini-nini dari Kelas 2 IPA 3 SMAN IX Bulungan Tahun 1978
-
Disnaker Pekanbaru Perkirakan UMK 2026 Naik 5 Persen
-
Bank Mandiri Pamer Dominasi Digital, Raih Gelar Indonesia’s Best Transaction Bank 2025
-
Kinerja Pembangunan Kupang Dibarengi Reformasi Pelayanan Publik
-
Baznas Dorong Zakat Berkelanjutan Lewat "Green Zakat Framework"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.