Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ombudsman RI Kerahkan 34 Perwakilan Awasi Program Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia

📅 Senin, 08 Jun 2026, 13:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ombudsman RI Kerahkan 34 Perwakilan Awasi Program Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia Doc: Antara
Ket. Anggota Ombudsman RI Nuzran Joher (kanan) bersama Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico (kiri) dalam pertemuan kerja di Jakarta, Selasa (26/5).

Jakarta - Ombudsman RI memastikan saran perbaikan tata kelola Sekolah Rakyat ditindaklanjuti, sebagai penguatan komitmen pengawasan terhadap program prioritas nasional di sektor sosial.

Anggota Ombudsman RI Nuzran Joher menegaskan ORI akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengawasi program Sekolah Rakyat demi memastikan hak masyarakat miskin ekstrem terhadap pelayanan pendidikan dasar terpenuhi dengan baik.

"Mudah-mudahan kami harapkan prioritas nasional ini dapat berjalan sesuai harapan Bapak Presiden dan sesuai amanat Undang-Undang Dasar dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Nuzran dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (8/6).

Menindaklanjuti kajian mendalam mengenai Penguatan Tata Kelola Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Nuzran bersama tim Keasistenan Utama Manajemen Pencegahan Malaadministrasi telah menggelar pertemuan kerja dengan jajaran pimpinan Kementerian Sosial, di Jakarta, Selasa (26/5).

Kehadiran tim Ombudsman RI diterima Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico serta Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemensos Afrizan Tanjung.

Pertemuan bertujuan mengevaluasi dan meninjau langsung sejauh mana realisasi atas tujuh saran dan rekomendasi perbaikan tata kelola serta regulasi Sekolah Rakyat yang telah disampaikan ORI kepada Kemensos pada 5 Desember 2025 lalu.

Nuzran menyampaikan apresiasi atas sikap terbuka dan komitmen Kemensos dalam menindaklanjuti masukan dari Ombudsman RI guna mencegah potensi malaadministrasi pelayanan publik dalam program Sekolah Rakyat.

"Pertemuan tersebut dalam rangka pemantauan, kami minta tindak lanjut rekomendasi, saran, dan masukan kami terhadap program prioritas Bapak Presiden, yaitu Sekolah Rakyat, di mana aktor bisnisnya ada di Kementerian Sosial," ucapnya.

Berdasarkan hasil diskusi, dia mengungkapkan kegembiraannya karena Kemensos telah secara substansial menjalankan proses perbaikan sesuai rekomendasi yang diberikan.

Dari tujuh saran rekomendasi ORI terhadap regulasi dan bagaimana tata kelola Sekolah Rakyat, kata dia, secara proses sudah dilakukan sehingga pihaknya sangat senang saran itu sudah dilakukan dengan baik.

Ia mengakui sebagai program yang baru berjalan kurang dari satu tahun, dinamika dalam hal regulasi dan operasional sistem tata kelola merupakan hal wajar yang perlu terus disempurnakan.

Ombudsman RI mencatat terdapat delapan poin yang telah diterima sepenuhnya oleh pihak Kemensos untuk dilakukan perbaikan secara bertahap.

Menyambut evaluasi positif tersebut, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico menegaskan komitmen pihaknya untuk mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Secara khusus, ia mengajak Ombudsman RI untuk tidak hanya mengawasi dari sisi regulasi, namun ikut terjun memantau pelaksanaan teknis di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
BI: Cadangan Devisa Indones...
Ekonomi
Lewat Kreativitas, Festival...
Nasional
Wamenekraf Dorong Inovasi J...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.