Menanggulangi Dua Gajah Liar yang Mendekati Perkebunan di Aceh Barat
📅 Senin, 08 Jun 2026, 22:17 WIB | Oleh: Tim PenulisMeulaboh - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat melakukan penanganan terkait gangguan dua ekor gajah liar yang meresahkan masyarakat Desa Pungkie, Kecamatan Sungai Mas, setelah sebelumnya satwa liar tersebut mendekati perkebunan masyarakat.
“Saat ini Tim Wildlife Response Unit (WRU-BPBD) Aceh Barat sudah berada di lokasi untuk membantu masyarakat, yang resah akibat adanya gajah di sekitar permukiman,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal kepada wartawan, Senin.
Ia mengatakan, penanggulangan ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi konflik satwa yang mengancam mata pencaharian warga.
"Penanganan ini kami laksanakan langsung setelah menerima laporan dari masyarakat Gampong Pungkie yang resah dengan kehadiran gajah tersebut. Kami tidak ingin warga merasa was-was saat beraktivitas di kebun," kata Teuku Ronal menambahkan.
Mengingat luasnya wilayah interaksi satwa, BPBD Aceh Barat juga telah mengambil langkah taktis dengan membagi tim penanganan agar pemantauan di titik lain lebih intensif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Guna menghalau dua ekor gajah tersebut, BPBD Aceh Barat juga telah mengerahkan 12 personel untuk melakukan sejumlah penanganan, agar satwa liar tersebut tidak lagi berada di sekitar permukiman masyarakat.
Sebagai upaya memudahkan penanganan, BPBD Aceh Barat juga mengerahkan dua unit mobil dobel kabin, dua unit motor trail untuk medan sulit, satu unit drone, penerangan malam hari.
Berdasarkan hasil identifikasi jejak di lapangan, kata dia, terdapat dua ekor gajah yang masuk ke wilayah tersebut. Hal ini terlihat dari ukuran tapak kaki belakang gajah yang masing-masing berdiameter sekitar 60 sentimeter hingga 45 sentimeter.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Setelah posisinya dipastikan, petugas di lapangan langsung melakukan upaya penghalauan secara humanis agar gajah-gajah tersebut bergerak menjauh dari kawasan perkebunan warga Pungkie dan kembali ke habitatnya," jelas Teuku Ronal.
Melalui penanganan ini, diharapkan masyarakat Gampong Pungkie, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten dapat kembali beraktivitas di perkebunan dengan tenang tanpa rasa takut, sekaligus menjaga kelestarian satwa dilindungi tersebut melalui penanganan yang ramah lingkungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!