HBKB Rasuna Said Tekan Polusi Jakarta, Angka PM2.5 Turun 31 Persen

Senin, 08 Jun 2026, 13:15 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari upaya menekan emisi kendaraan bermotor dan memperbaiki kualitas udara ibu kota. Program yang digelar setiap Minggu pagi tersebut juga menjadi langkah untuk mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan sektor transportasi masih menjadi salah satu penyumbang terbesar pencemaran udara di Jakarta. Karena itu, pelaksanaan HBKB di kawasan Rasuna Said maupun Sudirman–Thamrin terus didorong sebagai instrumen pengurangan emisi sekaligus penyediaan ruang publik yang lebih sehat bagi warga.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari upaya menekan emisi kendaraan bermotor dan memperbaiki kualitas udara ibu kota. — Sumber: Koran Jakarta/Retno Prayudati

"HBKB di Rasuna Said dan kawasan Sudirman - Thamrin menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi kendaraan bermotor sekaligus mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan," kata Dudi.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara pada pelaksanaan HBKB 7 Juni 2026, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di kawasan Bundaran HI tercatat mengalami penurunan signifikan selama kegiatan berlangsung. Setelah mencapai puncak sebesar 86,15 mikrogram per meter kubik pada sekitar pukul 03.00 WIB, angka tersebut terus menurun hingga berada di kisaran 60,30 mikrogram per meter kubik pada pukul 09.00-10.00 WIB.

Data tersebut menunjukkan adanya penurunan sekitar 27 mikrogram per meter kubik atau setara 31 persen dibandingkan kondisi puncak pada dini hari. Pola serupa juga terpantau di kawasan Rasuna Said, di mana konsentrasi PM2.5 turun dari 76,10 mikrogram per meter kubik pada pukul 03.00 WIB menjadi sekitar 54,9 hingga 55,5 mikrogram per meter kubik selama rentang waktu pelaksanaan HBKB.

Menurut Dudi, penurunan konsentrasi PM2.5 tersebut mengindikasikan berkurangnya dampak aktivitas lalu lintas kendaraan bermotor di kawasan pusat kota selama kegiatan berlangsung. Selain menghadirkan ruang publik yang nyaman untuk berolahraga dan berinteraksi, HBKB juga dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas udara perkotaan.

"Perubahan pola mobilitas masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta," tuturnya.

DLH DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan lebih memanfaatkan transportasi umum, berjalan kaki, maupun bersepeda dalam aktivitas sehari-hari. Masyarakat juga diimbau memantau kondisi kualitas udara melalui situs resmi udara.jakarta.go.id serta aplikasi JAKI yang didukung jaringan 114 stasiun pemantau kualitas udara dengan standar pengukuran sesuai ketentuan ilmiah dan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.