Kamis Pagi, Kualitas Udara Jakarta Ketiga Terburuk di Dunia pada Kamis pagi

Kamis, 06 Agu 2026, 08:10 WIB

JAKARTA - Kualitas udara Jakarta pada Kamis (6/8) pagi berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB menempati peringkat ketiga terburuk di dunia.

Indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan itu berada di angka 161 dan masuk ke dalam kategori tidak sehat.

Ket. Foto: Warga mengenakan masker dengan latar belakang gedung bertingkat berselimut kabut asap di Jakarta — Sumber: ANTARA

Untuk itu, masyarakat dianjurkan agar menggunakan masker apabila beraktivitas di luar ruangan.

Sementara itu, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, yakni Kinshasa (Republik Demokratik Kongo) dengan indeks kualitas udara di angka 181. Kemudian, urutan kedua ditempati Kumpala (Uganda) dengan indeks kualitas udara di angka 166, dan Portland (Amerika Serikat) pada urutan keempat dengan indeks kualitas udara juga di angka 161.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan tiga strategi utama untuk memperbaiki kualitas udara di ibu kota.

Strategi pertama, yakni memperluas jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, di antaranya rute Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, dan Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

Kedua, yaitu menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030, mengingat saat ini, sektor transportasi menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI. Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Strategi ketiga, yaitu mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah RefusedDerivedFuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.