Pulang ke Kampung Halaman 50 Tahun Setelah Nilai Sempurna Olimpiade, Nadia Comaneci Nyalakan Harapan Kebangkitan Senam Rumania

Kamis, 04 Jun 2026, 06:30 WIB

ONEŞTI, RUMANIA – Lima puluh tahun setelah mencetak sejarah dengan meraih nilai sempurna pertama dalam sejarah Olimpiade, legenda senam dunia Nadia Comăneci kembali ke kampung halamannya di Oneşti, Rumania. Kepulangan ikon olahraga itu tak hanya membangkitkan kenangan masa lalu, tetapi juga memunculkan harapan baru bagi kebangkitan senam Rumania yang sempat berjaya di panggung dunia.

Ratusan warga memadati lingkungan tempat Comăneci tumbuh besar akhir pekan lalu. Mereka berkumpul di depan apartemen sederhana yang pernah menjadi rumahnya, berharap bisa berfoto atau sekadar menyapa perempuan yang hingga kini masih dianggap sebagai kebanggaan kota.

Ket. Foto: Nadia Comăneci dan atlet senam Rumania. — Sumber: AFP

Beberapa warga bahkan menyebutnya sebagai “tetangga kami”, sebuah gambaran betapa dekatnya hubungan masyarakat Oneşti dengan sosok yang mengharumkan nama Rumania di panggung internasional.

Di hadapan sekitar 150 anak yang mengikuti kompetisi senam lokal, Comăneci mengenang masa kecilnya yang penuh disiplin. Ia bercerita tentang rutinitas bangun pagi dan latihan keras yang membentuknya menjadi juara dunia.

“Ini adalah tahun yang penting bagi semua orang untuk menekan tombol mulai kembali bagi aktivitas fisik, olahraga, kesehatan, kemandirian, belajar menjalani kehidupan, dan menemukan batas kemampuan diri,” ujar Comăneci.

Peraih tujuh nilai sempurna 10 pada Olimpiade Montreal 1976 itu juga mengajak anak-anak melakukan peregangan sederhana dan mendorong para orang tua yang hadir untuk lebih aktif berolahraga.

Kunjungan Comăneci menjadi pengingat akan era emas senam Rumania. Pada dekade 1970-an hingga awal 2000-an, negara Eropa Timur itu dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dunia dalam olahraga senam artistik.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, prestasi tersebut terus merosot. Jumlah atlet yang dikirim ke Olimpiade menurun drastis dan hasil yang diraih tidak lagi sebaik masa lalu. Rumania bahkan sempat mengalami puasa medali Olimpiade selama 12 tahun sebelum kembali meraih tiga medali di London 2012. Pada Olimpiade Paris 2024, mereka hanya membawa pulang satu medali perunggu.

Meski demikian, peringatan 50 tahun nilai sempurna pertama Comăneci membawa angin segar bagi Oneşti. Pemerintah pusat Rumania pada Mei lalu menyetujui investasi sebesar 23 juta euro atau sekitar 430 miliar rupiah untuk membangun kembali klub senam tempat Comăneci mengawali kariernya.

Proyek tersebut mencakup pembangunan fasilitas penginapan atlet, kolam renang air tawar dan air asin, serta museum senam yang akan mendokumentasikan sejarah olahraga tersebut di Rumania.

Direktur klub senam OneÅŸti, Ingrid Istrate, mengatakan fasilitas baru itu diharapkan menjadi titik balik bagi perkembangan senam nasional.

“Kami perlu meningkatkan kualitas pelatih, mendukung atlet, dan memiliki fasilitas latihan yang lebih baik. Renovasi kompleks olahraga ini akan membantu menyediakan semua kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Menurut Istrate, klub yang pernah menghasilkan banyak atlet elite itu mengalami kemunduran akibat berkurangnya pendanaan dan eksodus para pelatih ke Eropa Barat, Amerika Serikat, serta Australia.

Padahal, para pesenam Rumania, termasuk Comăneci, telah menyumbangkan total 73 medali Olimpiade bagi negara mereka. Gelar emas beregu terakhir diraih pada tahun 2004.

Meski mengakui proses kebangkitan tidak akan terjadi dalam semalam, terutama di negara berpenduduk 19 juta jiwa yang selama bertahun-tahun kurang berinvestasi dalam fasilitas olahraga, Istrate tetap optimistis.

“Kami semua bermimpi menemukan Nadia Comăneci berikutnya,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Comăneci terus memberikan dukungan kepada kota kelahirannya. Selain bantuan finansial, sang legenda kerap membantu membuka berbagai peluang melalui jaringan internasional yang dimilikinya.

Setelah melarikan diri dari Rumania pada 1989 dan menetap di Amerika Serikat, Comăneci menikah dengan mantan pesenam Amerika, Bart Conner. Pasangan tersebut hingga kini aktif mempromosikan olahraga senam di berbagai negara.

Conner turut mendampingi Comăneci dalam kunjungan ke Oneşti. Di depan apartemen masa kecilnya, legenda senam itu menandatangani sebuah bangku taman dengan tulisan penuh makna: “I love you all”, lengkap dengan gambar hati.

“Oneşti memiliki banyak hal untuk ditawarkan, dan kami berjanji akan kembali,” kata Comăneci di hadapan ratusan warga yang menyambutnya dengan pertunjukan musik dan tarian.

Rangkaian perayaan juga diisi dengan reuni anggota tim Olimpiade Montreal 1976 serta peresmian jalur pejalan kaki sepanjang 15 menit bernama The Path to Perfection atau “Jalan Menuju Kesempurnaan”. Jalur tersebut mengikuti rute yang dulu ditempuh Comăneci dari apartemennya menuju tempat latihan setiap hari.

Klub senam yang kini menyandang nama Nadia Comăneci juga akan mendapat sentuhan modern melalui proyek renovasi. Di dalam kompleks itu berdiri mural mosaik raksasa yang terdiri dari hampir 500.000 keping marmer dan menggambarkan wajah sang legenda.

Di sanalah pesenam muda seperti Adelina Badic berlatih setiap hari.

“Bagi saya, Nadia Comăneci adalah pesenam terbaik di dunia dan saya ingin menjadi seperti dirinya,” ujar atlet berusia 14 tahun tersebut.

Meski tidak dapat tampil di hadapan idolanya karena cedera tangan, Badic tetap menjadikan Comăneci sebagai sumber inspirasi. Ia berlatih hingga enam jam setiap hari dan bermimpi tampil di Olimpiade berikutnya.

Sementara itu, pesenam berusia sembilan tahun, Natalia Ungurasu, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya setelah meraih posisi ketiga pada nomor palang bertingkat. Itu menjadi podium pertama dalam kariernya, dan terjadi tepat di hadapan Comăneci.

“Saya belajar darinya bahwa apa pun yang kita inginkan bisa dicapai melalui kerja keras,” kata Natalia.

Lima dekade setelah mencetak nilai sempurna yang mengubah sejarah olahraga dunia, Nadia Comăneci masih menjadi simbol keunggulan, disiplin, dan mimpi yang tak pernah padam. Kini, kota kecil Oneşti berharap jejak langkah sang legenda dapat kembali melahirkan generasi baru yang siap membawa senam Rumania menuju puncak dunia.

  • rumania
  • Nadia Comăneci
  • Atlet senam dunia

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.