Sequis Life Perkuat Literasi Keuangan Karyawan untuk Cegah Jeratan Pinjol dan Gaya Hidup Konsumtif
Rabu, 03 Jun 2026, 19:07 WIBJAKARTA â PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) menggelar The Financial Literacy Talk-show bertajuk âSeimbang Gaya Hidup Tanpa Terjebakâ sebagai upaya meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap program literasi keuangan nasional di tengah meningkatnya penggunaan layanan pinjaman daring.
Melalui kegiatan tersebut, Sequis Life mengajak karyawan untuk lebih memahami pentingnya pengambilan keputusan finansial yang bijak, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penggunaan pinjaman online (pinjol) yang tidak terkendali.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan Better Tomorrow with Sequis, platform yang dihadirkan perusahaan untuk memberikan perlindungan melalui berbagai aksi nyata bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) 2026 yang mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.
Urgensi edukasi keuangan semakin relevan seiring pertumbuhan industri pinjaman digital. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2025, outstanding pembiayaan pinjaman daring mencapai sekitar Rp 96 triliun dengan pertumbuhan tahunan berkisar 20 hingga 30 persen.
Meski memberikan kemudahan akses pembiayaan, penggunaan pinjaman digital untuk kebutuhan konsumtif masih menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan tekanan finansial berkepanjangan apabila tidak dikelola secara bijaksana.
Chief Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, mengatakan bahwa literasi keuangan merupakan langkah preventif yang penting untuk membantu karyawan membangun kondisi finansial yang sehat dan berkelanjutan.
âKesehatan finansial bukan hanya soal besar kecilnya penghasilan, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengelola prioritas, mengambil keputusan secara bijak, dan membangun ketenangan untuk masa depan,â ujar Agustina Samara.
Menurutnya, tekanan finansial dapat memengaruhi fokus, produktivitas, hingga kualitas pengambilan keputusan seseorang di lingkungan kerja. Oleh karena itu, peningkatan kecerdasan finansial perlu dilakukan di semua level organisasi.
âDi tengah tekanan gaya hidup, fenomena fear of missing out (FOMO), serta kemudahan akses pinjaman instan, literasi finansial menjadi semakin penting agar masyarakat, termasuk karyawan, lebih sadar dalam mengelola keuangan dan menghindari keputusan finansial yang impulsif,â katanya.
Talk-show tersebut juga menghadirkan Financial Planner Maryadi Santana CFP®, QWP® sebagai narasumber. Dalam paparannya, Maryadi menekankan pentingnya membangun financial wellness melalui pengelolaan pengeluaran yang disiplin, penyusunan anggaran, penyediaan dana darurat, serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan.
Ia menjelaskan bahwa pinjaman online sering kali terlihat sebagai solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat berbagai risiko yang perlu dipahami masyarakat.
âPinjaman online sering terlihat sebagai solusi cepat untuk kebutuhan sesaat. Namun di balik kemudahannya, terdapat risiko yang dapat mengancam kesehatan finansial jika tidak dikelola dengan bijak,â ujar Maryadi.
Menurutnya, sejumlah risiko yang perlu diwaspadai antara lain bunga dan denda yang tinggi, potensi terjebak dalam lingkaran utang (debt trap), kebocoran data pribadi, hingga tekanan mental yang dapat memengaruhi kehidupan pribadi maupun profesional.
Dalam sesi edukasi, peserta juga mendapatkan berbagai strategi sederhana untuk mengelola utang dan pengeluaran, termasuk melalui metode snowball serta audit pengeluaran pribadi guna mengidentifikasi kebiasaan konsumsi yang kurang efektif.
Maryadi menambahkan bahwa langkah paling mendasar dalam menjaga kesehatan finansial adalah membangun kebiasaan mengatur anggaran, memahami prioritas kebutuhan, serta mengurangi perilaku konsumtif yang impulsif.
âKita harus mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta lebih cermat dalam memilih sumber pendanaan. Pinjol memang menawarkan kemudahan dalam hitungan menit, tetapi dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang apabila melebihi kemampuan bayar,â jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Sequis Life berharap edukasi keuangan dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.
âKami percaya bahwa karyawan yang memiliki kondisi finansial lebih sehat akan dapat bekerja lebih fokus dan lebih tenang. Karena itu, edukasi finansial menjadi bagian penting dari komitmen Sequis Life sekaligus budaya pembelajaran dan pengembangan karyawan untuk mendukung wellbeing, produktivitas, dan menciptakan better tomorrow bersama,â tutur Agustina.
- Pinjaman Online
- pindar
- Pinjaman Daring (Pindar)
- pinjol
- edukasi finansial
- kesehatan finansial
- Sequis Life
- literasi keuangan
- Better Tomorrow with Sequis
- GENCARKAN 2026
- Financial Wellness
- Agustina Samara
- Maryadi Santana
- SDM Perusahaan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Road to Sequis SHEPRENEUR 2026: Sequis Empower Hours Perkuat Conscious Branding dan Ketahanan Finansial Perempuan Wirausaha
-
Ratusan Petugas Damkar Berupaya Atasi Kebakaran Hutan di Jepang
-
Sequis Life Dorong Pemberdayaan Perempuan Wirausaha melalui “Sequis Connect Lunch: A Seat at Her Table”
-
Pemerintah Amankan Ketersediaan Pupuk Subsidi Antisipasi DampaK Konflik Timur Tengah
-
Gebrakan Bank Mandiri, Bayar Apapun di China Kini Tinggal Scan QR, Nasabah Mandiri Wajib Tahu
-
Ratusan Aparat dan Pengusaha Belajar Kelola Keuangan Tanpa Ketergantungan Utang
-
Amartha Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial bagi UMKM dan Ekonomi Akar Rumput
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.