Berpotensi Melemah Lanjutan, 6 Mei 2026

Rabu, 06 Mei 2026, 08:45 WIB

JAKARTA – Rupiah diper­kirakan masih berada dalam tekanan dengan potensi me­lanjutkan pelemahan, seiring dominasi sentimen eksternal yang belum mereda. Rilis data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah turut memperburuk sentimen pasar global sehing­ga dapat menekan rupiah. 

Analis mata uang Doo Fi­nancial Futures Lukman Leong melihat rupiah masih tertekan walau sudah cenderung over­sold. Menurutnya, investor menantikan data ekonomi AS yakni data ISM Services Pur­chasing Managers’ Index (PMI) dan data Job Openings and La­bor Turnover Survey (JOLTS).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karenanya, Lukman mem­proyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang an­tarbank, Rabu (6/5), bergerak di kisaran 17.375 – 17.500 ru­piah per dollar AS.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Sela­sa (5/5), melemah 30 poin atau 0,17 persen dari sehari sebelum­nya menjadi 17.424 rupiah per dollar AS. “Sentimen pasar tetap rapuh setelah pertukaran mi­liter yang kembali terjadi pada Senin (4/5), ketika pasukan AS dan Iran melancarkan serangan baru di Teluk karena kedua pi­hak berupaya untuk menegas­kan kendali atas jalur air stra­tegis tersebut,” ucap pengamat ekonomi mata uang dan komo­ditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Mengutip Sputnik, pasukan bersenjata AS melepaskan tem­bakan terhadap dua kapal sipil yang sedang mengangkut ba­rang dari Khasab, Oman, me­nuju Iran hingga menewaskan lima orang.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.