Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Andalkan Sumur Rakyat, SKK Migas Pacu Tambahan Produksi Nasional

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Andalkan Sumur Rakyat, SKK Migas Pacu Tambahan Produksi Nasional Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Penambang sumur minyak tradisional Wonocolo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

JAKARTA – Sumur minyak bumi rakyat masih memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah daerah penghasil migas.

Keberadaannya menjadi sumber pendapatan bagi ribuan pekerja dan pelaku usaha lokal, sekaligus membantu memanfaatkan cadangan minyak yang tidak lagi menjadi prioritas pengelolaan perusahaan besar.

Namun, aktivitas ini juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aspek legalitas, keselamatan kerja, efisiensi produksi, hingga dampak lingkungan.

Karena itu, penataan tata kelola sumur minyak rakyat menjadi krusial agar potensi ekonominya dapat dioptimalkan tanpa mengabaikan standar keselamatan, keberlanjutan lingkungan, dan kontribusi yang lebih besar terhadap penerimaan negara.

Dengan regulasi yang jelas dan pembinaan yang memadai, sumur minyak rakyat berpeluang menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil minyak.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membidik produksi minyak dari sumur rakyat mencapai 2 ribu barel per hari (bph) pada Juli 2026.

“Bulan Juli harus naik jadi 2 ribu (barel per hari). Minimal,” ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto ketika ditemui setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).

Ia menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 9 koperasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengelola sumur rakyat.

Sampai hari ini, lanjut dia, tercatat produksi minyak dari sumur rakyat mencapai 1.500 barel minyak per hari.

“Target potensinya sebesar 20 ribu barel minyak per hari,” kata Djoksis, sapaan akrabnya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.

Permen ESDM 14/2025 memberi ruang bagi badan usaha milik daerah (BUMD), koperasi, atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengelola sumur minyak rakyat dan menjual hasilnya kepada Pertamina atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) seharga 80 persen dari ICP.

Optimalisasi sumur rakyat, kata Djoksis, juga menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mendongkrak produksi minyak guna mencapai target yang termaktub di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 610 ribu barel minyak per hari.

Per 31 Mei 2026, Djoksis mencatat produksi minyak, kondensat, dan Natural Gas Liquid (NGL) hingga Mei 2026 sebesar 576,2 ribu barel minyak per hari (MBOPD).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Portugal Tembus Lima Besar Ranking FIFA

1 jam lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Portugal Tembus Lima Besar ...
Olahraga
Djokovic Dukung Keputusan S...
Olahraga
NBA dan FIBA Tetap Berkomit...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.