Jalan Lenteng Agung Kembali Dibuka, Pemprov DKI Petakan Saluran Tua Cegah Jalan Amblas

Selasa, 02 Jun 2026, 16:30 WIB

JAKARTA - Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kembali dibuka untuk lalu lintas kendaraan setelah proses perbaikan jalan yang amblas berhasil diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ruas jalan tersebut sebelumnya ditutup sementara demi menjamin keselamatan masyarakat sekaligus mempercepat pekerjaan perbaikan di lapangan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau langsung lokasi perbaikan pada Selasa (2/6) dan memastikan kondisi jalan telah kembali layak digunakan. Menurutnya, penanganan yang dilakukan dalam waktu singkat menunjukkan koordinasi yang baik antarinstansi terkait dalam merespons kondisi darurat infrastruktur.

Ket. Foto: Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kembali dibuka untuk lalu lintas kendaraan setelah proses perbaikan jalan yang amblas berhasil diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ruas jalan tersebut sebelumnya ditutup sementara demi menjamin keselamatan masyarakat sekaligus mempercepat pekerjaan perbaikan di lapangan. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Saya cukup terkejut, dalam waktu lima hari jalan ini sudah bisa dilalui dengan kondisi sangat baik. Awalnya saya sempat meminta Dinas Bina Marga melakukan pelapisan ulang aspal, tetapi melihat hasilnya sekarang, itu tidak diperlukan lagi," ujar Rano Karno.

Ia menegaskan Jalan Raya Lenteng Agung memiliki peran penting sebagai salah satu jalur penghubung utama antara Jakarta dan Depok, Jawa Barat. Karena itu, pembukaan kembali ruas jalan tersebut menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dan arus kendaraan dapat kembali berjalan normal tanpa gangguan berarti.

"Petugas bekerja siang dan malam selama hampir empat hari. Alhamdulillah, hari ini dua ruas jalan sudah kembali dibuka dan dapat dilalui normal," kata Rano Karno.

Meski jalur utama sudah dapat digunakan, Pemprov DKI Jakarta tetap melanjutkan penyempurnaan pekerjaan pada sisi kiri dan kanan jalan, termasuk pembenahan bahu jalan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh area terdampak benar-benar aman serta tidak menimbulkan hambatan baru bagi pengguna jalan dalam jangka panjang.

Dalam peninjauan tersebut, Rano Karno bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, turut membahas hasil investigasi teknis terkait penyebab amblasnya badan jalan. Berdasarkan temuan di lapangan, kerusakan dipicu oleh pengeroposan pada struktur pipa besi bergelombang atau Aramco yang diperkirakan telah beroperasi lebih dari tiga dekade.

"Jenis besi ini usianya sudah cukup tua, mungkin lebih dari 30 tahun. Struktur yang menua pasti mengalami pengeroposan dan kondisi seperti ini berpotensi ditemukan di titik lain yang masih menggunakan konstruksi serupa," ungkap Rano Karno.

Ia menjelaskan proses perbaikan menghadapi tantangan tersendiri karena saluran air yang berada di bawah jalan terhubung dengan Waduk Universitas Indonesia dan melintas di bawah rel kereta api. Kondisi tersebut membuat pekerjaan tidak dapat dilakukan dengan metode penggalian biasa sehingga diperlukan teknik pengeboran dan penekanan pipa untuk menjaga keamanan struktur di sekitar lokasi.

Sebagai bagian dari langkah mitigasi, Pemprov DKI Jakarta telah memperkuat saluran menggunakan beton mutu tinggi K-400 guna meningkatkan daya tahan konstruksi. Selain itu, Dinas SDA juga tengah melakukan inventarisasi dan pemetaan terhadap jaringan saluran tua berbahan Aramco untuk mengidentifikasi titik rawan serta mempercepat penanganan apabila ditemukan potensi kerusakan serupa di wilayah lain.

"Semua risiko harus dipetakan sejak dini agar langkah mitigasi bisa dilakukan lebih cepat. Kami ingin memastikan setiap kemungkinan dapat diantisipasi sehingga keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama," tutur Rano Karno.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla.

Karhutla Tanah Bumbu, Polisi Bagikan Masker untuk Lindungi Warga dari Asap.

Karhutla Jadi Perhatian, Papua Tengah Bentuk Satgas untuk 8 Kabupaten.

Kementerian PU Turun Tangani Karhutla di Tanjung Selor, Kaltara.

Kabut Asap Karhutla Muncul, Pelayaran Speedboat Tanjung Selor-Tarakan Tetap Normal.

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.