IndexPolitica Ungkap Kinerja Menteri 2026, Amran Teratas Disusul Rosan

Kamis, 10 Sep 2026, 16:24 WIB

Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi teratas dalam penilaian kinerja menteri Kabinet Merah Putih berdasarkan Government Performance Assessment yang dirilis lembaga riset politik dan kebijakan publik IndexPolitica Indonesia pada September 2026.

Amran memperoleh skor 91, mengungguli Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani yang berada di posisi kedua dengan skor 89. Selanjutnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperoleh skor 87, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dengan skor 86, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dengan skor 85.

Ket. Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berdialog dengan petani saat meninjau persawahan di di Desa Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (6/8). — Sumber: Antara

Posisi keenam hingga kesepuluh ditempati Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dengan skor 83, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (82), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (81), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (79), serta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (77).

Founder sekaligus Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia Denny Charter mengatakan penilaian tersebut mengukur kinerja, bukan popularitas.

"Penilaian tersebut mengukur kinerja, bukan popularitas," kata Denny.

Penilaian IndexPolitica menggunakan pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation melalui metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA), bukan survei opini publik. Data yang digunakan bersumber dari dokumen dan laporan resmi pemerintah serta statistik sektoral.

Evaluasi mencakup enam dimensi dengan total bobot 100 persen, yakni Policy Output sebesar 20 persen, Policy Outcome 25 persen, Implementation Effectiveness 20 persen, Public and Economic Impact 15 persen, Policy Innovation 10 persen, dan Intergovernmental Coordination 10 persen.

Aspek Policy Outcome menjadi komponen dengan bobot terbesar karena mengukur perubahan atau hasil substantif sebagai konsekuensi dari kebijakan pemerintah. Dengan demikian, penilaian tidak hanya melihat jumlah program yang dijalankan, tetapi juga sejauh mana kebijakan tersebut menghasilkan dampak nyata yang dapat diverifikasi melalui data.

Menurut Denny, menteri yang tidak terlalu populer tetap dapat memiliki kinerja sangat baik apabila mampu menghasilkan output dan outcome kebijakan yang terukur. Sebaliknya, menteri yang sering diberitakan belum tentu memiliki kinerja terbaik.

IndexPolitica mencatat kelompok menteri dengan kinerja tertinggi umumnya memiliki program dengan indikator output dan outcome yang relatif jelas. Sektor pangan, investasi, fiskal, pendidikan, kesehatan, perumahan, infrastruktur, dan ketenagakerjaan memiliki parameter yang relatif dapat diverifikasi melalui data produksi, investasi, realisasi program, cakupan layanan, pembangunan fisik, maupun indikator sektoral.

Pada sektor pertanian, misalnya, indikator yang digunakan antara lain produksi pangan, stok, dan produktivitas. Sementara sektor investasi dapat diukur melalui realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja. Adapun sektor pendidikan dan kesehatan memiliki indikator berupa cakupan program dan peningkatan layanan.

Kinerja Amran juga tercermin dari sejumlah capaian sektor pertanian. Produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah dan diakui BPS, FAO, serta USDA, atau meningkat 13,29 persen dibandingkan 2024.

Indonesia juga disebut telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Selain itu, stok beras pemerintah mencapai 5,3 juta ton, yang disebut sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah dan melampaui rekor 1984 sebesar 2,6 juta ton.

Sektor pertanian juga mencatat nilai ekspor sekitar Rp166 triliun, sementara impor pangan ditekan sebesar Rp41 triliun sehingga memberikan nilai tambah sekitar Rp200 triliun bagi perekonomian nasional.

Capaian Amran tersebut melanjutkan hasil serupa dalam survei kepuasan publik oleh Indikator Politik Indonesia pada Oktober 2025. Dalam survei tersebut, Amran juga berada di posisi pertama dengan tingkat kepuasan 84,9 persen.

Sementara itu, Akademisi Universitas Esa Unggul Iswadi menilai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani layak masuk jajaran menteri dengan kinerja terbaik berdasarkan asesmen IndexPolitica Indonesia.

"Pak Rosan menunjukkan kinerja yang berorientasi pada hasil. Capaian investasi, penciptaan lapangan kerja serta penguatan hilirisasi merupakan indikator konkret yang menunjukkan bahwa kebijakan yang dijalankan memberikan dampak terhadap perekonomian," ujar Iswadi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (9/9).

Berdasarkan asesmen IndexPolitica, Rosan menempati peringkat kedua dengan skor 89, berada di bawah Amran yang memperoleh skor 91.

Menurut Iswadi, capaian sektor investasi menjadi salah satu indikator yang relevan untuk melihat kinerja Rosan sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi.

Di tengah ketidakpastian global yang dipengaruhi konflik geopolitik, perang dagang, serta gangguan rantai pasok, realisasi investasi Indonesia pada 2025 tercatat mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

10 Menteri dengan Kinerja Terbaik

Berdasarkan Government Performance Assessment IndexPolitica Indonesia, berikut 10 menteri dengan skor kinerja tertinggi:

  1. Andi Amran Sulaiman – Pertanian: 91
  2. Rosan Perkasa Roeslani – Investasi dan Hilirisasi: 89
  3. Purbaya Yudhi Sadewa – Keuangan: 87
  4. Abdul Mu'ti – Pendidikan Dasar dan Menengah: 86
  5. Budi Gunadi Sadikin – Kesehatan: 85
  6. Agus Harimurti Yudhoyono – Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan: 83
  7. Maruarar Sirait – Perumahan dan Kawasan Permukiman: 82
  8. Airlangga Hartarto – Perekonomian: 81
  9. Yassierli – Ketenagakerjaan: 79
  10. Dudy Purwagandhi – Perhubungan: 77

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.