Tim SAR Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Sungai Enim
Kamis, 28 Mei 2026, 16:24 WIBMUARA ENIM -- Tim SAR gabungan mengevakuasi sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di pinggir Sungai Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan ke rumah sakit setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim Abdurrozieq Putra saat dihubungi dari Baturaja, Rabu mengatakan bahwa mayat tersebut ditemukan oleh warga setempat sore tadi sekitar pukul 16.23 WIB.
"Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar saat beraktivitas di sungai yang curiga dengan bau yang menyengat," kata dia.
Saat ditemukan kondisi mayat sudah dalam keadaan membusuk tergeletak di pinggiran Sungai Enim sehingga sulit dikenali.
"Termasuk jenis kelaminnya juga belum diketahui," katanya.
Mendapat laporan dari masyarakat pihaknya menerjunkan personel gabungan untuk mengevakuasi jasad ke rumah sakit setempat guna dilakukan otopsi.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan Polres Muara Enim guna menerjunkan tim forensik untuk mendata dan mengamankan area lokasi sekitar.
"Kami sudah melakukan evakuasi pengangkatan mayat untuk dilakukan otopsi di Rumah Sakit Rabain Muara Enim guna mengetahui jenis kelamin dan identitasnya," ungkapnya.
Peristiwa di Lombok Tengah
Sementara itu, di tempat terpisah, Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang nelayan bernama Darmawan (46) asal Desa Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur yang dilaporkan hilang di perairan Teluk Awang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika Gede Eka Suarjana di Lombok Tengah, Kamis.
Ia mengatakan bahwa jasad korban ditemukan mengambang sekitar 10 meter dari lokasi perkiraan awal korban terjatuh.
"Korban sudah dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju rumah duka di Desa Batu Nampar, Lombok Timur, untuk diserahkan kepada pihak keluarga," ujarnya.
Peristiwa tragis ini bermula pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 16.30 WITA saat korban berangkat melaut sendirian.
Namun, sekitar tiga jam kemudian, atau pukul 19.30 WITA, warga setempat justru menemukan sampan milik korban mengapung dalam kondisi kosong. Warga sempat melakukan pencarian mandiri malam itu.
"Mereka hanya menemukan pakaian korban di area keramba, sementara tali sampan dalam keadaan terputus. Kuat dugaan korban terjatuh ke laut akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi saat berupaya mengamankan perahunya," katanya.
Mendapat laporan tersebut, Kantor SAR Mataram melalui Unit Siaga SAR Mandalika langsung menerjunkan personel dan peralatan pendukung ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian sejak Selasa (26/5/2026).
"Pencarian difokuskan pada penyisiran di sekitar lokasi penemuan sampan serta area perairan sekitarnya," katanya.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur gabungan, antara lain Unit Siaga SAR Mandalika, Pos TNI AL Teluk Awang, Pos Polair Mandalika Polda NTB, Tagana Lombok Tengah, Unit SAR Lombok Timur, PMI Lombok Timur, Masyarakat nelayan setempat.
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di permukaan air, penyelaman, dan pencarian di pesisir pantai hingga akhirnya korban ditemukan pada hari keempat pencarian.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada saat melakukan aktivitas, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Mentan Amran: BPRMP Harus Jadi Motor Kemandirian Pangan Timur Indonesia
-
RSUD Penajam Segera Miliki Layanan Operasi Jantung
-
TIM SAR Gabungan Evakuasi Pemuda Tenggelam di Pemandian Air Panas
-
RKPD Parigi Moutong 2027 Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Stunting
-
Pemkab Batang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Enam Desa
-
Dengar Aspirasi Langsung, Pimpinan DPR Terima Audiensi Masa Aksi Hari Buruh
-
Wall Street Ikut Aksi Jual Global karena Harga Minyak dan Gas Naik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.