100 Tahun Jam Gadang, Bukittinggi Perkuat Identitas Budaya dan Jejak Sejarah dengan Belanda.
Minggu, 21 Jun 2026, 07:45 WIBPemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, Sumatera Barat, memperkuat identitas budaya dan hubungan diplomatik dengan Belanda karena memiliki sejarah panjang pada momen peringatan 100 Tahun Jam Gadang.
Upaya itu terlihat pada momen seminar internasional yang diadakan dengan mengangkat tema, "Merajut Tenun Diplomasi antara Indonesia dan Belanda: Pergerakan Kemerdekaan Hingga Repatriasi" di Bukittinggi, Sabtu.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan kegiatan itu menjadi langkah untuk memperkuat hubungan diplomatik Indonesia dan Belanda, khususnya Bukittinggi dan Belanda.
Dengan hadirnya 38 negara pada perhelatan 100 Tahun Jam Gadang membuka peluang kerja sama global. "Dengan kerja sama itu kita ingin ada keuntungan bagi daerah Bukittinggi, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia mengatakan Jam Gadang bukan hanya menara jam, tapi menjadi saksi sejarah, penjaga memori kolektif masyarakat dan simbol identitas kota.
"Tidak banyak kota di Indonesia yang memiliki posisi historis sekuat Bukittinggi. Sejarah ini bukan hanya untuk dibaca, tapi menjadi pelajaran berharga bagi anak bangsa dan dapat menjadi dasar dalam menjalin hubungan diplomatis dengan Belanda dan negara lainnya," kata dia.
Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menyampaikan Bukittinggi memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia.
Perlawanan masyarakat Minangkabau terhadap kolonialisme telah memperkuat identitas masyarakat yang berlandaskan adat dan agama, sekaligus melahirkan banyak tokoh intelektual dan pemimpin bangsa.
"Hubungan Belanda dan Indonesia, khususnya Minangkabau, tidak hanya terjalin melalui sejarah, tetapi juga melalui pendidikan, budaya, dan ekonomi. Jam Gadang sebagai simbol persahabatan yang langgeng antara kedua negara. Menara jam yang menjadi ikon Kota Bukittinggi itu telah menjadi saksi berbagai peristiwa penting selama satu abad terakhir," katanya.
Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon mengapresiasi inisiasi Pemkot Bukittinggi yang telah menggerakkan, tidak hanya kesadaran pada sejarah dan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi serta dampak berantai lainnya melalui peringatan 100 Tahun Jam Gadang.
Ia menilai kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
"Bukittinggi jadi simbol sejarah kemerdekaan Indonesia. Untuk itu saya mendorong terus bagaimana slogan Bukittinggi Kota Perjuangan harus dikedepankan," kata Menbud Fadli Zon.
Menbud menambahkan Bukittinggi memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, terutama sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 1948.
"Sejarah itu penting dan saat ini tugas seluruh pihak adalah bagaimana menjaga warisan budaya tersebut agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang," katanya.
- 100 Tahun Jam Gadang
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.