Produksi Garam Rakyat Cirebon Dipacu Lebih Agresif

Kamis, 28 Mei 2026, 21:10 WIB

CIREBON – Produksi garam rakyat masih memegang peran penting dalam menopang kebutuhan garam nasional sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir.

Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketergantungan pada cuaca, rendahnya teknologi produksi, kualitas hasil yang belum merata, hingga fluktuasi harga saat panen raya.

Ket. Foto: Ilustrasi - Petani memanen garam di area tambak garam rakyat. — Sumber: ANTARA FOTO/ Aprillio Akbar

Kondisi tersebut membuat produktivitas dan daya saing garam rakyat kerap tertinggal dibanding garam industri maupun produk impor.

Karena itu, modernisasi tambak, penguatan rantai distribusi, serta perlindungan harga bagi petambak menjadi langkah penting agar produksi garam rakyat dapat lebih berkelanjutan dan mampu mendukung kemandirian industri garam nasional.

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, optimistis produksi garam rakyat di daerah tersebut tahun ini dapat mencapai sekitar 76 ribu ton apabila kondisi cuaca selama musim kemarau berlangsung lebih stabil.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Pengolahan dan Pengawasan DKPP Kabupaten Cirebon, Teguh Budiman di Cirebon, Kamis (28/5), mengatakan target tersebut masih realistis meski hingga akhir Mei 2026 petani garam belum memulai produksi akibat curah hujan yang masih terjadi.

“Target produksi tahun ini sekitar 76 ribu ton dengan harapan cuaca lebih baik sehingga produksi bisa maksimal,” katanya.

Ia menjelaskan aktivitas produksi garam di wilayah pesisir Cirebon umumnya mulai berjalan pada Mei hingga Juni, tetapi musim hujan yang masih berlangsung membuat petani belum dapat mengolah tambak secara optimal.

Proses produksi garam, kata dia, sangat bergantung pada intensitas panas matahari untuk membantu penguapan air laut di area tambak.

Oleh karena itu, ia mengatakan petani belum dapat memasang geomembran atau lapisan plastik khusus untuk mempercepat kristalisasi garam selama kondisi tambak masih basah akibat hujan.

“Tambak harus benar-benar kering terlebih dahulu sebelum geomembran dipasang. Kalau masih hujan, produksi belum bisa berjalan,” ujarnya.

Ia menuturkan kondisi tahun ini diperkirakan masih lebih baik dibandingkan 2025, ketika fenomena kemarau basah membuat musim produksi garam mundur cukup panjang.

Pada tahun lalu, kata dia, petani garam di Kabupaten Cirebon baru dapat memulai produksi sekitar Agustus hingga September sehingga hasil panen mengalami penurunan.

Meski demikian, DKPP Kabupaten Cirebon memperkirakan produksi garam mulai berjalan dalam waktu dekat apabila cuaca mulai membaik pada Juni 2026.

Pemerintah daerah juga mulai mendorong penggunaan teknologi tunnel atau penutup tambak, guna mengurangi ketergantungan produksi terhadap cuaca.

Namun, ia mengakui penerapan teknologi tersebut di Kabupaten Cirebon masih terbatas dan baru digunakan di wilayah Suranenggala.

Teguh menambahkan kebutuhan garam dari Kabupaten Cirebon, masih cukup tinggi terutama untuk mendukung sektor industri.

“Kami berharap musim produksi tahun ini dapat berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya,” ucap dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

HUT ke-81 RI, PLN Hadirkan Program Spesial “Merdeka Daya” Diskon Tambah Daya 50 Persen.

DPR RI: Guru PPPK di Daerah 3T Perlu Diprioritaskan Jadi PNS

Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

Wamentrans Imbau Transmigran Wajib Mengikuti Pelatihan Keterampilan

Direktur KAI Commuter Minta Maaf atas Gangguan KRL Bogor-Tangerang

Generasi Z Dapat Dorongan Pemkot Jaktim untuk Cintai Seni & Budaya Betawi

Kemensos Beri Bantuan Beras pada 1.800 KK di Sumur Batu untuk Ringankan Beban Warga

Menekraf Tetapkan Modifikasi Otomotif Jadi Subsektor Ekonomi Kreatif

Modena Jadi Pemimpin Pasar Dispenser, Hadirkan Pilihan Galon Bawah untuk Beragam Kebutuhan

DPR RI Sebut Kendaraan Listrik jadi Solusi Dekarbonisasi Transportasi

Gebrakan Pembiayaan Daerah! KPPOD Dorong Pemerintah Kembangkan Obligasi Daerah

Pengasuh Panti di Surabaya Diduga Cabuli Remaja Disabilitas Selama Dua Tahun

Dirut: PT KAI Siap Kembangkan Transit Oriented Development Manggarai Jakarta

Ikea Indonesia dan Danilla Hadirkan Ruang Candramawa, Ruang yang Terinspirasi dari Proses Kreatif

Novo Nordisk dan AWS Perkuat Kemitraan AI untuk Percepat Penemuan Obat

PT KAI Targetkan 1,4 Miliar Pelanggan per Tahun

KPK Sita Aset Rp150 Miliar Terkait Dugaan Pemerasan pada Pengurusan Izin Tinggal

Polisi Temukan Potongan Tubuh Lain Terkait Kasus Mutilasi di Depok

Instagram Kirim Notifikasi ke Orang Tua Jika Remaja Cari Konten Bunuh Diri

Rusia Gempur Ukraina, Drone Jatuh di Rumania Hingga Jet Tempur NATO Dikerahkan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.