Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Digital Tumbuh, Namun UMKM Kehilangan Ruang Bersaing

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekonomi Digital Tumbuh, Namun UMKM Kehilangan Ruang Bersaing Doc: ANTARA/ADENG BUSTOMI
Ket. KRISIS UMKM - Warga melihat barang dagangan pada aplikasi platform niaga elektronik (e-commerce) di Ciamis, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Di tengah penetrasi digital yang tinggi, hengkangnya sebagian UMKM dari platform e-commerce menjadi sinyal transformasi digital belum sepenuhnya menghadirkan manfaat merata.

Kesulitan pemerintah mengendalikan marketplace menegaskan lemahnya regulasi menghadapi dominasi ekosistem digital yang serba terbuka, sehingga UMKM lokal makin tertekan oleh digitalisasi.

JAKARTA – Kesulitan pemerintah mengintervensi marketplace atau lokapasar menunjukkan tantangan besar dalam mengatur ekosistem perdagangan digital yang berkembang sangat cepat. Model platform yang terbuka membuat arus barang dan pelaku usaha bergerak dinamis, sehingga pengawasan terhadap harga, persaingan usaha, hingga produk impor menjadi lebih kompleks.

Kondisi ini ikut memicu tekanan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal yang merasa sulit bersaing, terutama dengan produk berharga murah dan sistem promosi agresif di platform digital. Hengkangnya sebagian UMKM dari platform e-commerce juga menjadi sinyal transformasi digital belum sepenuhnya menghadirkan manfaat merata.

Banyak pelaku usaha kecil menghadapi persoalan biaya promosi, persaingan algoritma, hingga margin keuntungan yang semakin tipis. Di sisi lain, pemerintah dituntut mencari keseimbangan antara menjaga iklim perdagangan digital tetap terbuka dan melindungi keberlangsungan UMKM domestik agar tidak semakin terpinggirkan di pasar online.

Pengamat ekonomi Salamudin Daeng menilai marketplace merupakan ruang terbuka yang sulit diintervensi pemerintah, baik terkait harga maupun persaingan produk lokal dan impor. Karena itu, pemerintah dinilai lebih efektif fokus membantu UMKM melalui kebijakan insentif dan pengurangan beban usaha.

“Salah satu beban terbesar UMKM adalah biaya keuangan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (27/5).

Menurutnya, arahan Presiden Prabowo agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyalurkan kredit berbunga 5 persen dapat meningkatkan daya saing UMKM jika benar-benar diterapkan. Dia menilai besarnya dana perbankan yang belum tersalurkan perlu menjadi evaluasi terhadap mahalnya biaya pembiayaan saat ini.

Selain itu, dirinya juga mendorong penghapusan berbagai pajak dan pungutan yang membebani masyarakat berpenghasilan rendah, seperti pajak daerah, pungutan BBM, LPG, dan perumahan MBR, agar UMKM memiliki ruang lebih besar untuk berkembang. “Hanya dengan cara itu UMKM Indonesia bisa bangkit kembali,” katanya.

Serap Aspirasi

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mempertemukan penjual dan perwakilan platform marketplace untuk menyerap aspirasi serta mencari solusi bersama bagi ekosistem niaga elektronik yang lebih berkeadilan. Dalam forum tersebut, berbagai persoalan penjual di platform digital dibahas, mulai dari persaingan usaha hingga perlindungan produk lokal.

“Kami harapkan sinergi para pemangku kepentingan untuk bersama merancang rencana aksi implementasi revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023,” katanya.

Pada kesempatan itu, penjual yang hadir menyampaikan kendala yang dihadapi selama berjualan secara daring. CEO http://Hody.id, Mira Nur Gandaniati mengapresiasi upaya fasilitasi oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). “Saya senang penjual bisa mengungkapkan semua opini. Lokapasar pun dapat mendengar langsung masukan dari kami, dan Pak Menteri hadir sebagai fasilitator,” ujarnya.

Senada, pendiri Imago Raw Honey, Henry Hidayat menilai pertemuan ini membuka ruang diskusi antara penjual, platform, dan pemerintah. “Harapannya pertemuan ini menghasilkan win-win solution (solusi bersama) yang ditengahi pemerintah melalui regulasi, serta strategi agar merek lokal bisa merajai pasar domestik,” katanya.

Founder Jakarta Candle, Yulianah, juga mengapresiasi pertemuan sebagai titik temu para pihak. “Keresahan penjual selama ini bisa didengar oleh lokapasar dan Pak Mendag. Saya berharap peraturan yang akan diterbitkan membantu kami sebagai UMKM lokal,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.