Meningkatkan Pengendalian Kasus Penyakit TBC hingga Kanker di Banjarmasin

Senin, 25 Mei 2026, 22:47 WIB

Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan meningkatkan pengendalian kasus penyakit menular dan tidak menular dari penyakit Tuberkulosis (TBC) hingga kanker.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dr Dwi Atmi di Banjarmasin, Senin, menyampaikan upaya ini dengan menggencarkan kegiatan koordinasi, advokasi dan sosialisasi pencegahan dan pengendalian penyakit ke masyarakat.

Ket. Foto: elaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dr Dwi Atmi memberikan sambutan kegiatan koordinasi, advokasi dan sosialisasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun tidak menular, di Banjarmasin, Senin (25/5/2026). — Sumber: Antara

"Seperti hari ini kita gelar rapat koordinasi itu dengan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat dan lurah," ujarnya.

Dia menjelaskan kegiatan tersebut untuk memperkuat koordinasi dalam upaya pengendalian penyakit menular maupun tidak menular yang terdeteksi saat ini terus meningkat di kota ini.

Dia menyebutkan penanganan sejumlah penyakit seperti TBC, HIV, hipertensi, Diabetes Melitus (DM), hingga kanker masih membutuhkan pendekatan dan perhatian yang lebih serius.

Khusus penyakit TBC pada 2025, di Kota Banjarmasin terdata 2.800 pasien.

"Untuk itu berbagai penyakit menular maupun penyakit tidak menular ini memang harus kita waspadai dan kita kendalikan bersama," ujarnya.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda menyatakan memberi perhatian khusus terhadap masalah kasus kesehatan ini.

Ia menginstruksikan penanganan penyakit itu semaksimal mungkin, terutama pencegahan dan pengendalian.

Dia menyatakan pembangunan kesehatan salah satu prioritas dalam mewujudkan masyarakat produktif, mandiri, dan sejahtera.

“Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit harus dilaksanakan secara terintegrasi, berkelanjutan dan melibatkan semua pihak,” katanya.

Saat ini, katanya, Kota Banjarmasin masih dihadapkan dengan sejumlah tantangan kesehatan, baik penyakit menular maupun tidak menular yang terus meningkat akibat pola hidup masyarakat.

“Kita masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan, baik penyakit menular seperti Tuberkulosis dan HIV/AIDS, maupun penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, hingga kanker yang terus meningkat akibat perubahan pola hidup masyarakat,” ujar dia.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan imunisasi, observasi kesehatan, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.

“Keberhasilan program kesehatan tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja, tetapi memerlukan sinergi semua pihak untuk memperkuat komitmen, menyatukan langkah dan membangun kolaborasi bersama,” katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.