Kajian PT LAPI ITB Ungkap Peran Konektivitas Digital dalam Dorong Ekonomi dan UMKM
Senin, 25 Mei 2026, 19:55 WIBPT LAPI ITB merilis hasil kajian terbaru mengenai dampak sosial-ekonomi konektivitas digital di Indonesia. Dalam kajian tersebut, disebutkan bahwa layanan dan infrastruktur digital yang dikembangkan Telkomsel memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan UMKM, hingga pemerataan akses layanan digital di berbagai wilayah Indonesia.
Kajian tersebut menggunakan kombinasi analisis data ekonomi, model regresi, serta survei lapangan terhadap pelaku usaha untuk melihat hubungan antara perkembangan infrastruktur digital dengan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Direktur Utama PT LAPI ITB, Yusmar Anggadinata, mengatakan bahwa konektivitas digital kini telah berkembang melampaui fungsi dasar sebagai sarana komunikasi.
âKonektivitas tidak lagi hanya dipandang sebagai layanan, tetapi sebagai infrastruktur ekonomi yang memiliki keterkaitan langsung dengan produktivitas, inklusi, dan pertumbuhan sosial-ekonomi di berbagai daerah,â ujar Yusmar.
Dalam aspek ekonomi, hasil kajian menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur Telkomsel berkorelasi dengan peningkatan aktivitas ekonomi regional.
Berdasarkan estimasi penelitian, setiap penambahan satu BTS disebut berkaitan dengan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp76,19 miliar. Sementara peningkatan penggunaan data sebesar satu petabyte diperkirakan berkorelasi dengan kenaikan PDRB sebesar Rp9,44 miliar.
Kajian tersebut juga mencatat kontribusi sektor telekomunikasi terhadap pendapatan negara yang diperkirakan mencapai Rp36,97 triliun sepanjang 2024.
Selain itu, penelitian turut menyoroti dampak konektivitas digital terhadap pelaku UMKM, khususnya di wilayah non-perkotaan. Berdasarkan hasil survei, adopsi layanan digital disebut berkorelasi dengan peningkatan kinerja usaha, dengan rata-rata kenaikan omzet mencapai 32 persen serta tingkat kepuasan pengguna sebesar 92 persen.
Temuan itu menunjukkan bahwa konektivitas digital berperan sebagai katalis dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha lokal.
Pada aspek pemerataan akses, kajian menyoroti peran strategis perluasan jaringan digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hingga 2024, sekitar 92,4 persen BTS program BAKTI di wilayah 3T disebut didukung kontribusi operator nasional melalui skema Universal Service Obligation (USO).
Perluasan akses tersebut dinilai membuka peluang masyarakat di wilayah 3T untuk memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi digital yang sebelumnya masih terbatas.
Kajian juga mencatat dampak lanjutan terhadap penyerapan tenaga kerja. Melalui pendekatan analisis ekonomi, ekosistem Telkomsel diperkirakan berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 685 ribu lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Tenaga Ahli Utama PT LAPI ITB, Ian Josef Matheus Edward, menegaskan bahwa hasil penelitian tersebut merupakan gambaran kontribusi konektivitas berdasarkan indikator terukur dan tidak dimaksudkan untuk mengaitkan seluruh perubahan ekonomi hanya kepada satu entitas tertentu.
âKajian ini memberikan gambaran mengenai kontribusi konektivitas berdasarkan indikator yang terukur, namun tidak dimaksudkan untuk mengaitkan seluruh perubahan ekonomi kepada satu entitas tertentu. Oleh karena itu, interpretasi terhadap hasil kajian perlu dilakukan secara proporsional dan kontekstual,â jelas Ian.
PT LAPI ITB juga menegaskan bahwa hasil kajian tersebut merupakan estimasi yang disusun berdasarkan metodologi tertentu dan tidak dimaksudkan untuk mengatribusikan seluruh dampak ekonomi kepada satu pelaku industri saja.Â
Kajian ini juga tidak melakukan perbandingan antaroperator, melainkan berfokus pada pemahaman mengenai peran konektivitas dalam ekosistem pembangunan nasional.Â
- Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.