Pemkot Banjarbaru Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan.
📅 Minggu, 24 Mei 2026, 05:35 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai memperkuat ketahanan pangan keluarga dari halaman rumah warga melalui gerakan penanaman cabai dan terong guna membantu menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Program bertajuk “Kartini Hebat Banjarbaru, Ketahanan Pangan Tanam Cabe dan Terong di Halaman Rumah” itu digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Komplek Cahaya Ratu Elok, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan.
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby di Banjarbaru, Sabtu, turun langsung membagikan bibit cabai dan terong kepada masyarakat serta mengajak kaum perempuan memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi.
“Mudah-mudahan bibit yang diberikan bisa berhasil sampai panen, saya berharap tanaman ini ditanam di halaman rumah masing-masing,” ujar Lisa saat menyerahkan bibit kepada warga.
Menurut dia, gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara sederhana dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman serta Ketua TP PKK Kota Banjarbaru H Riandy Hidayat yang memberikan dukungan terhadap gerakan ketahanan pangan keluarga tersebut.
Lisa juga mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, termasuk melalui pengelolaan kebutuhan pangan sehari-hari yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.
“Apa yang kita lakukan ini merupakan bukti bahwa perempuan-perempuan hebat Banjarbaru tidak hanya menjadi penggerak keluarga, tetapi juga penggerak ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat,” katanya.
Pemkot Banjarbaru berharap gerakan menanam cabai dan terong di halaman rumah dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar, terutama saat harga komoditas hortikultura mengalami kenaikan.
“Ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari lahan luas, tetapi bisa dimulai dari halaman rumah sendiri dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama,” ujar Lisa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!