Mau ke Borobudur Saat Waisak? Catat Jam Operasional Khususnya
📅 Minggu, 24 Mei 2026, 18:40 WIB | Oleh: Tim PenulisMAGELANG – Pembukaan terbatas operasional Candi Borobudur saat perayaan Waisak menjadi upaya menjaga keseimbangan antara penghormatan terhadap ritual keagamaan dan aktivitas wisata.
Di satu sisi, Borobudur tetap menjadi pusat ibadah umat Buddha yang membutuhkan suasana khidmat selama rangkaian Waisak berlangsung.
Namun di sisi lain, kawasan ini juga memiliki daya tarik besar bagi wisatawan yang ingin menyaksikan momen spiritual dan budaya tersebut secara langsung.
Karena itu, pembatasan operasional dilakukan agar aktivitas pengunjung tetap tertib tanpa mengganggu jalannya prosesi keagamaan.
Kebijakan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan destinasi wisata budaya tidak hanya soal jumlah wisatawan, tetapi juga bagaimana menjaga nilai sakral, kenyamanan, dan kelestarian situs bersejarah agar tetap terawat untuk jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM) atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Gistang Richard Panutur menyampaikan operasional kunjungan wisata tetap dibuka hingga pukul 14.00 WIB pada hari pelaksanaan upacara Waisak pada 31 Mei 2026.
"Setelah waktu tersebut, pengunjung akan diarahkan meninggalkan area untuk persiapan rangkaian ibadah dan acara puncak Waisak," katanya di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (24/5).
Ia menjelaskan, pembatasan akses dilakukan demi mendukung kelancaran prosesi keagamaan. Pengunjung nantinya hanya diperbolehkan berada di area pelataran candi dan tidak dapat naik hingga ke struktur utama candi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Secara operasional kami tetap buka sampai jam dua siang. Setelah jam dua siang kami akan mulai menganjurkan para pengunjung untuk meninggalkan lokasi karena kami mempersiapkan rangkaian Waisak. Untuk naik ke atas candi juga tidak bisa pada hari tersebut, hanya sampai pelataran saja," katanya.
Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, Fatmawati menyampaikan tahun ini jumlah lentera perdamaian yang diterbangkan mencapai 2.570 buah. Jumlah tersebut bertambah satu dibandingkan tahun sebelumnya sebagai simbol keberuntungan dan harapan baik.
"Setiap tahun kami selalu menambah satu lentera supaya tambah hoki. Tahun ini jumlahnya 2.570 lentera perdamaian," katanya.
Ia menuturkan, pertunjukan drone juga akan menjadi daya tarik utama dalam perayaan Waisak tahun ini. Sebanyak 570 drone akan diterbangkan menghiasi langit malam kawasan Borobudur, meningkat dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 450 drone.
"Kalau tahun kemarin baru 450 drone, sekarang menjadi 570, mengambil tiga digit terakhir tahun Buddhis," katanya.
Menurut dia, perayaan Waisak di Borobudur setiap tahunnya menjadi magnet wisata religi dan budaya yang menarik ribuan umat Buddha maupun wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!