• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Peneliti Muda Didorong Kem...

Peneliti Muda Didorong Kembangkan Pangan Fungsional Berbasis Potensi Lokal

Sabtu, 23 Mei 2026, 15:15 WIB

JAKARTA – Momentum Hari Kebangkitan Nasional dimaknai sebagai pengingat penting bahwa kemajuan bangsa tidak lepas dari peran generasi muda yang inovatif dan berkualitas. Dalam konteks tersebut, penguatan riset dan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong daya saing Indonesia di masa depan.

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat, PT Indofood Sukses Makmur Tbk terus menjalankan berbagai program pengembangan sumber daya manusia, salah satunya melalui Program Indofood Riset Nugraha (IRN).

Ket. Foto: Bahan bakan lokal. Program riset mahasiswa yang telah berjalan selama dua dekade terus mendorong lahirnya peneliti muda dan inovasi pangan berbasis kearifan lokal untuk mendukung masa depan Indonesia. — Sumber: Antara

Program bantuan riset bagi mahasiswa strata satu (S1) tersebut difokuskan untuk mendorong pengembangan produk pangan fungsional berbasis potensi dan kearifan lokal Indonesia. Tahun ini, IRN genap memasuki usia 20 tahun sebagai bentuk konsistensi Indofood dalam mendukung lahirnya generasi peneliti muda yang inovatif, adaptif, dan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Program Indofood Riset Nugraha pertama kali diluncurkan pada 2006 sebagai kelanjutan dari Program Bogasari Nugraha yang diprakarsai sejak 1998 oleh Bogasari Flour Mills, salah satu unit usaha strategis Indofood. Pada awalnya, program tersebut hadir untuk mendukung penelitian terkait pengembangan produk pangan berbasis gandum dan tepung terigu.

Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana, mengatakan dua dekade perjalanan IRN menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung semangat generasi peneliti muda Indonesia.

“Bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional, kami berharap IRN dapat terus membangkitkan semangat peneliti muda Indonesia menjadi scientific-preneur yang inovatif dan siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa, khususnya dalam mengembangkan potensi pangan lokal menjadi solusi dan peluang usaha yang berdampak,” ujar Stefanus melalui siaran pers pada hari Sabtu (23/5).

Dukung Lebih dari 1.100 Penelitian Mahasiswa

Selama 20 tahun pelaksanaannya, Program Indofood Riset Nugraha telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa dari lebih dari 200 universitas dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Ketua Tim Pakar IRN sekaligus Guru Besar IPB, Purwiyatno Hariyadi, menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan masa depan Indonesia.

Menurutnya, untuk mewujudkan visi Indonesia Emas diperlukan generasi peneliti yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk bereksplorasi dan berinovasi dengan memanfaatkan potensi lokal Indonesia.

“IRN hadir bukan hanya mendukung riset akademik, tetapi juga membangun pola pikir yang kritis, kreatif, berani, dan inovatif, sekaligus mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas agar mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Selain memberikan bantuan dana penelitian, IRN juga mendapat dukungan dari tim pakar lintas disiplin ilmu dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Para pakar berasal dari bidang teknologi pangan, sosial ekonomi, pertanian, peternakan, gizi dan kesehatan, perikanan dan kelautan, genetika, hingga bioteknologi molekuler dan praktisi industri.

Mereka terlibat aktif dalam proses seleksi proposal, pendampingan penelitian, hingga penilaian hasil riset mahasiswa. Para peserta IRN juga mendapatkan pelatihan soft skill untuk membangun karakter peneliti muda yang unggul dan tangguh.

Dedikasi IRN dalam mendukung pendidikan dan pengembangan riset turut mendapat pengakuan di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa penghargaan yang pernah diraih antara lain Asia Responsible Entrepreneurship Awards 2010 dari Enterprise Asia, Penghargaan Peduli Pendidikan Kemendikbud RI 2011, hingga penghargaan Tempo untuk kategori The Best CEO Outstanding Support for Student Academic Research bagi CEO Indofood pada 2024.

Kolaborasi Dunia Industri dan Akademik

Program Indofood Riset Nugraha juga mengusung semangat kolaborasi antara dunia usaha dan dunia akademik dalam membangun ekosistem riset yang berkelanjutan.

Stefanus menegaskan Indofood memandang kolaborasi dengan kalangan akademik sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem penelitian yang kredibel.

Dalam dua dekade pelaksanaannya, IRN secara konsisten mengangkat tema penelitian yang relevan dengan masa depan pangan Indonesia, salah satunya penelitian pangan fungsional berbasis potensi dan kearifan lokal.

Purwiyatno menilai Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal dan pangan fungsional yang sangat besar serta berpotensi dikembangkan menjadi solusi pangan masa depan.

“Tantangannya adalah bagaimana riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu mentransformasi potensi tersebut menjadi solusi pangan masa depan yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi,” ujarnya.

Bangun Jejaring Alumni Lintas Generasi

Selama 20 tahun perjalanan program, IRN juga berhasil membangun jejaring alumni lintas generasi dan lintas daerah yang kini berkiprah di berbagai sektor, mulai dari peneliti, akademisi, profesional, entrepreneur, hingga penggerak inovasi pangan.

Salah satu alumni IRN, Fenny Martha Dwivany, mengatakan pengalaman mengikuti IRN turut membentuk pola pikir kritis dan sistematis dalam perjalanan kariernya sebagai peneliti.

“IRN ikut membekali saya untuk bertumbuh menjadi peneliti yang kritis, sistematis, dan selalu mengedepankan semangat kolaboratif untuk inovasi yang berdampak,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan alumni IRN 2017, Mariska Priscilla, yang kini bergabung dalam tim riset dan pengembangan Indofood. Ia menilai pendampingan bersama tim pakar selama mengikuti IRN membentuk pola pikir yang lebih solutif sehingga riset tidak hanya dipandang sebagai teori, tetapi juga solusi yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat.

Sementara itu, alumni IRN 2023, Ratu Salsabila Astrakusuma, yang kini melanjutkan kiprahnya sebagai scientific research enthusiast di Lille, Prancis, menilai IRN memberikan fondasi keberanian untuk mengembangkan inovasi pangan yang berdaya saing.

IRN 2026–2027 Kembali Dibuka

Pada tahun ini, Program Indofood Riset Nugraha kembali dibuka untuk mahasiswa S1 di seluruh Indonesia melalui rangkaian program IRN 2026–2027.

Program akan diawali dengan kegiatan sosialisasi ke berbagai universitas dan perguruan tinggi pada Juni 2026. Selanjutnya, pendaftaran dibuka hingga akhir Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan proses seleksi oleh tim pakar IRN.

Pengumuman penerima dana riset dijadwalkan berlangsung pada pertengahan September 2026. Sebagai puncak kegiatan, Indofood akan menggelar signing ceremony IRN 2026–2027 serta Simposium Pangan Nasional IRN pada Oktober 2026 sebagai ruang apresiasi dan diskusi untuk mendorong lahirnya inovasi pangan yang relevan bagi masa depan Indonesia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.