Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Guru Besar Kebijakan Publik UPI: Makan Siang Sekolah Bergizi Program Bagus Bila Dikelola dengan Baik.

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 21:15 WIB | Oleh:
Guru Besar Kebijakan Publik UPI: Makan Siang Sekolah Bergizi Program Bagus Bila Dikelola dengan Baik. Doc: Antara Foto
Ket. Para siswa sedang menikmati hidangan Makan Siang Sekolah Bergizi.

Di tengah kritik dan kontroversi dampak program Makan Siang Sekolah Bergizi di masyarakat, para ahli dan pengamat kebijakan publik masih banyak yang menilai bahwa dampak program ini bisa optimal. Apabila dikelola dengan tepat, bukan tidak mungkin program ini mendorong perkembangan generasi muda bangsa dalam 10-20 tahun ke depan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Guru Besar Ilmu Politik dan Pengamat Kebijakan Publik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Cecep Darmawan, Menurut Prof. Cecep, jika dikelola dengan tata kelola manajerial yang transparan, tepat sasaran, dan diimbangi dengan ekosistem pendidikan yang holistik, Prof. Cecep optimistis program ini akan membawa transformasi besar.

“Apabila anak-anak kita secara fisik sehat karena asupan gizi yang baik, dan diimbangi dengan kognisi serta literasi yang baik dari sekolah, Insyaallah dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, program ini akan melahirkan generasi-generasi unggul yang good and smart,” tegasnya.

Terkait dinamika di media sosial di mana implementasi MBG kerap mendapat sorotan tajam dan kritik, Prof. Cecep menilai hal tersebut sebagai bentuk kontrol publik yang wajar. Namun, ia menekankan pentingnya literasi media sosial agar masyarakat dapat membedakan antara kritik yang konstruktif dengan cercaan atau hoaks.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa implementasi di lapangan pasti ada kelemahan. Anggap saja kritik itu sebagai obat. Yang kurang baik manajerialnya segera diperbaiki, dapur yang tidak standar diganti. Jangan salahkan programnya, tapi perbaiki implementasinya,” ujarnya.

Di saat yang sama, ia juga mendorong agar praktik-praktik baik (best practices) dari dapur SPPG dan sekolah yang telah berhasil menjalankan MBG dengan optimal turut disebarluaskan untuk mengimbangi narasi negatif dan menjadi percontohan bagi wilayah lain.

Prof. Cecep juga menegaskan bahwa publik maupun pemangku kebijakan harus bisa memisahkan antara esensi visi program MBG dengan kendala teknis di lapangan. Menurutnya, sebuah ide besar untuk memperbaiki gizi bangsa tidak boleh gugur hanya karena masalah manajerial yang belum sempurna.

Secara blak-blakan, Prof. Cecep memberikan rekomendasi taktis bagi pemerintah, terutama jika dihadapkan pada keterbatasan anggaran di awal-awal masa implementasi. Ia menyarankan agar fokus program ini dipersempit untuk menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan terlebih dahulu.

"Jadi jangan salahkan programnya, tapi perbaiki implementasinya. Kalau sekarang programnya itu kalau memang uangnya masih terbatas, kelompok-kelompok rentan saja duluan. Ya, se-Indonesia kelompok rentan aja duluan, termasuk anak-anak jalanan. Nanti jika keuangan negara makin baik, baru bertahap ke sasaran yang lebih luas agar anggaran tepat guna,” sarannya.

Meski MBG memiliki visi yang sangat baik, Prof. Cecep mengingatkan bahwa program MBG tidak bisa berjalan sendirian dan tidak boleh dijadikan satu-satunya solusi atas kompleksitas masalah masyarakat.

Prof. Cecep menyarankan beberapa aspek strategis yang perlu diperhatikan pemerintah untuk mengoptimalkan program ini antara lain: MBG membutuhkan kerja kolaboratif antara Badan Gizi Nasional (BGN), berbagai kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga komite sekolah dan keluarga. Selain itu Prof. Cecep juga mendorong agar pemerintah juga harus memperkuat sektor ekonomi makro dan penyediaan lapangan kerja agar orang tua mampu melanjutkan estafet pemenuhan gizi di rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kirab Wahyu Tirta Nirmala

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Kirab Wahyu Tirta Nirmala

Pelatihan merias secara gratis di Surabaya

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Pelatihan merias secara gra...

Pameran Nusatic Nusapet 2026

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Nusatic Nusapet 2026

Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Indeks Keyakinan Konsumen M...
Nasional
Layanan perpustakaan kelili...

Layanan imunisasi HPV di Makassar

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Layanan imunisasi HPV di Ma...
Megapolitan
Kejuaraan olahraga bocce pe...
Nasional
Pengembangan mobil listrik ...
Luar Negeri
Swiss Gelar Pemungutan Suar...
Luar Negeri
Russia Mungkin Akan Menyera...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wali Kota Bandung Ancam Sanksi ASN yang Terlibat Judi Online Berkedok Bola

Wali Kota Bandung Ancam Sanksi ASN yang Terlibat Judi Online Berkedok Bola

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.