Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Sigi Terapkan Program Adaptasi Perubahan Iklim di Enam Desa hingga 2028

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 16:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Sigi Terapkan Program Adaptasi Perubahan Iklim di Enam Desa hingga 2028 Doc: Antara
Ket. Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat memberikan sambutan terkait program adaptasi perubahan iklim di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Sigi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah segera menerapkan program adaptasi perubahan iklim di enam desa dengan melibatkan Konsorsium KOLABORASI sebagai upaya memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak krisis iklim.

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi ancaman banjir dan kekeringan yang berdampak langsung terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, seperti banjir dan kekeringan yang berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan ketahanan pangan masyarakat,” kata Rizal di Dolo, Rabu (20/5).

Ia menjelaskan program adaptasi iklim itu akan berfokus pada tiga pilar utama, yakni penguatan kebijakan adaptasi iklim di daerah, penerapan pendekatan Water, Energy, Food (WEF) Nexus di tingkat desa, serta pengembangan pusat pembelajaran adaptasi perubahan iklim di tingkat kabupaten.

Sebanyak 1.500 penerima manfaat ditargetkan terlibat dalam program yang dijalankan di Desa Bangga, Pandere, Pakuli Utara, Sambo, Simoro, dan Wisolo.

Menurut Rizal, sinergi antara pemerintah daerah dan konsorsium menjadi penting mengingat Kabupaten Sigi termasuk wilayah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, terutama banjir dan kekeringan yang kerap mengganggu sektor pertanian masyarakat.

“Dengan adanya keterbatasan fiskal daerah, program ini menjadi penyemangat pemerintah daerah untuk tetap mendorong kinerja dan kebijakan iklim di Kabupaten Sigi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Franky Zamzani menilai program di Sigi dapat menjadi contoh praktik baik adaptasi iklim berbasis kebutuhan masyarakat lokal.

“Program di Sigi ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan solusi yang konkret dan terukur,” kata Franky.

Ia menambahkan program tersebut juga menjadi model pemanfaatan pendanaan iklim internasional yang inklusif dan tepat sasaran dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Program Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Sigi dijadwalkan berlangsung hingga April 2028 dengan harapan dapat memperkuat kolaborasi multipihak dalam membangun daerah yang tangguh menghadapi perubahan iklim.

Konsorsium KOLABORASI sendiri terdiri atas Koaksi Indonesia, Lingkar Temu Kabupaten Lestari, Water Stewardship Indonesia, dan Earth Innovation Institute.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Nasional
Gunung Api Erupsi Bersamaan...
Ekonomi
Mahkamah Agung Kukuhkan Kep...

Objek Paling Simetris di Alam Semesta

51 menit yang lalu | Ones

Rona
Objek Paling Simetris di  A...

Dua Pilot Lanud Iswahjudi Berhasil Capai Terbang Solo

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Dua Pilot Lanud Iswahjudi B...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.